bangun pagi…

•November 2, 2009 • Leave a Comment

Pernah ga lu bangun dengan satu kebencian di hati lu. Dan itu membuat lu semakin sebal karena pagi hari yang hanya sekali seminggu lu dapetin (bisa bangun siang karena hari-hari lainnya kudu bangun pagi atas tuntutan pekerjaan) terganggu oleh seseorang yang tinggal di sebelah kamar lu?

Mengapa begitu sulit mendapat pengertian dari orang yang juga mengaku merasakan hal yang sama? Atau jagnan-jangan pengertian itu hanya di mulut saja?

Gw belum pernah melihat egois yang seperti ini. “Selama gw nyaman—orang lain enggak, masa bodoh?!” atau yang semacam ini, “Selama gw masih pinjem barang itu ddari orang lain—sekalipun gw sanggup membelinya, dan tidak penduli apakah orang itu merasa tidak nyaman, yang penting gw bisa saving money; saving my own financial without any cares to somebody’s comforts.”

What kind of life is it?!

Continue reading ‘bangun pagi…’

PADA SIAPA LAGI GW CERITA??

•October 5, 2009 • Leave a Comment

          Pagi ini gw terbangun oleh musik kencang dari kamar sebelah. Hip hop. Lalu si pemilik kamar membuka kunci pintu dengan kasar. Getarannya merembes ke kamar gw melalui dinding kamar; mempertegas suaranya dan memompa detak jantung gw kian jadi.

          Mata gw terbuka seperti orang terjaga dari mimpi buruk (dan memang semalam gw mimpi buruk/aneh semalam: ada ular berupa rangkaian tulang belakang mematok gw). Gendang telinga gw bisa menangkap bunyi detak jantung yang tidak beraturan. Badan gw pun terasa memanas—di luar masih mendung sisa hujan semalam.

          Setelah agak lama guling-gulingan di kasur sambil berharap pemilik kamar sebelah mengecilkan suara musiknya atau mengunci pintunya kembali sehingga suara musiknya dapat ditahan oleh kayu—pintu—walopun hanya sebagian.

          Gw butuh istirahat. Minimal, gw mau bangun siang karena semalam terlalu capek harus menemani seorang kawan yang baru datang dari luar kota dan meminta untuk ditemani makan malam—hingga pukul 12 malem. Pada hari yang sama, gw mengerjakan pekerjaan rumah yang cukup rumit dan banyak.

          Jadi, tolong beri tubuh gw kesempatan untuk beristirahat sejenak—untuk bangun lebih siang dari hari-hari sebelumnya.

          Berharap pada manusia memang hanya akan mendapatkan nol besar. Pintu kamarnya tidak ditutup lagi, dan volume musiknya pun tidak mengalami perubahan. Namun, judul lagu berganti—dengan jenis musik yang sama; bising untuk pagi hari yang dingin dan sunyi.

           Pada saat seperti inilah gw merasa, “Dia tidak peka dan tidak akan mengerti perasaan gw. Yang ada dalam pikirannya hanyalah dirinya dan uang!” Dengan demikian, bicara dengan orang seperti itu hanya mencari penyakit. Sia-sia. Lagipula, gw tidak tahu lagi bagaimana cara memberitahukan dia. Semua “semau gw”!!

          Hufff, sesek!

          Continue reading ‘PADA SIAPA LAGI GW CERITA??’

pagi yang bising

•September 2, 2009 • Leave a Comment

hari ini aku terbangun oleh pukulan bedug yang berkali2 dan memekakan telingaku….

rasanya tuh pengen nyamperin orangnya dan menyuruhnya diam….

sebel!

itu sekitar jam 2.30…

menyebalkan….

harusnya aku bisa bangun dengan tubuh segar, ini malah dengan hati yang gondog!

blom lagi setelah keributan-permanen itu selesai, seseorang berteriak sambil memukul2 pagar dan tiang dengan sesuatu yang padat sehingga menghasilkan bunyi denting yang membanting pendengaranku!

sebeeeeellll!!!

setengah jam krasak-krusuk dengan hati mendumel, mereka diam, dan aku kembali tertidur….

ketika bangun, hal menyebalkan itulah yang pertama kali kuingat. dan itu, merusak hariku!

tapi tidak, biarlah noda-noda itu tertinggal dan terlupakan. biar sajalah….

eh, pas ke sekolah, aura sekolah juga aura malas, letih, dan lesu. sedikit bercampur dengan aura tertekan dan marah terpendam….

mau apa lagi? hidup ini bukan milik kita…. sudah ada yang mengatur…. yaaa, mendumel, merasa capek dan keinginan protes, terkadang singgah dan malah dinyatakan. that’s oke for me–selama berada di jalurnya: baik cara menyampaikan dan isinya tidak meluber ke mana-mana….

Is there any friend in the hard time?

•August 27, 2009 • 2 Comments

almost 3 days i were in a bad mood!

menurut temen2 deket gw (di zaman kul dulu), klo gw lagi badmood (bukan karna sesuatu yang tidak jelas, tapi karna memang ada sesuatu yang tidak berterima bagi gw), maka badmood gw sangat menakutkan….

“klo lu lagi bete, gw lebih milih menjauh,” kata yang satu…. menurutnya, bete gw itu bisa bikin dia bete juga. bete gw bersifat mempengaruhi orang lain. tadinya gw pikir ituterjadi karna dia adalah temen deket gw…. jadi itu memang akan memengaruhi dia secara psikis. tapi setelah gw liat2 lagi, ternyata orang lain pun mengalami hal yang sama. mungkin itu karna wajah gw yang ekspresif (menunjukan suasana hati gw), yang berarti: i need u, but go away!!!

see, memang pada situasi semacam itu, gw menjadi orang yang menyebalkan sekaligus menyedihkan….

tak jarang pada situasi semacam itu, teman dekat pun “menyerah” untuk “menghadapi” gw…. orang yang mampu “bertahan” dengan gw di saat2 seperti itu baru satu orang. dan sekarang, menjadi 2 orang….

“lu klo udah bete begitu, gw ga tau harus melakukan apa!” kata si A. tapi dia ga pergi. dia selalu ada. seolah2 dia stand by kapan pun gw membutuhkannya. dia ga malah menjauh…. dia membiarkan gw untuk “mengurung diri di kamar”, tapi dia ada menunggu di balik pintu kamar. tidak memaksa gw untuk keluar…. karna dia seperti udah tahu kapan gw akan keluar dengan sendirinya (inisiatif) dan kapan gw harus diajak untuk keluar kamar…. for me, he is  my true friends!

beberapa orang juga bilang, kalo gw lagi seneng, lagi bahagia, lagi ceria, maka suasana hati gw itu “memancar” ke diri orang2 di sekitar gw…. mereka–entah mengapa–menjadi merasa bahagia juga!

percaya ga percaya, tapi begitulah kata orang2….

Sukabumi…

•August 7, 2009 • 3 Comments

udah sebulan gw di sukabumi… sebulan sudah gw menjadi seorang guru yang semoga memberikan kenyamanan bagi murid-murid gw… dan mendatangkan kepuasan tersendiri bagi diri gw sendiri…

pekerjaan ini sedikit agak ebrbeda dengan pekerjaan gw yang sebelumnya (editor)… tapi pekerjaan gw yang sebelumnya, kalo itu ga ada, maka kesenangan yang gw dapatkan di lapangan pekerjaan yang baru ini, mungkin tidak “sebesar” yang gw dapatkan sekarang….

pengetahuan yang gw dapet dari menjadi editor, sangat amat berguna di lapangan pekerjaan gw sekarang. ya, mungkin begitulah: kita dipersiapkan untuk naik ke level selanjutnya…. dalam perkataan lain, mungkin aja sekarang pun sebenernya gw sedang dipersiapkan untuk naik ke level selanjutnya, yang gw ga tau apa.

sungguh, hingga sekarang gw sangat menikmati pekerjaan gw…. awalnya gw merasa bahwa: gw memang kepingin menjadi guru, tapi nanti. nanti ketika usia gw 30-an tahun. sekarang gw masih menuju seperempat abad. “terlalu cepet,” pikir gw….

tapi, ya itu, waktu kita berbeda dengan waktu Tuhan….

mas anton, aku udah baca email mas anton. hiks, terharu….

feel empty…

•May 4, 2009 • Leave a Comment

gw merasa seperti itu sekarang… tapi kekosongan itu seperti memang sepatutnya. suatu kekosongan yang terjadi karna ada “pengurasan” ato “pencucian”. kya semacam nguras bak yang udah lumutan. baknya harus dikosongin dulu, trus dikuras dengan sikat, dibilas berkali-kali, dipastikan dasar bak udah bener2 clean n clear, ditutup lubang keluar-masuknya, trus diisi dengan air baru sehingga bak itu bisa berfungsi sebagai bak, penampung air, dan orang bisa menggunakannya.

itu simpelnya. itu ringkesnya. kenyataannya ga sesimpel n seringkes itu…

This is The Day!

•March 23, 2009 • 2 Comments

hari yang membahagiakan!

seseorang telah datang dan pergi dalam hidup gw… ternyata kedatangan dan kepergian ga selalu dan ga selamanya menyedihkan. apalagi klo bisa dihadapi dengan kepala dingin (realistis) dan hati terbuka (menerima dengan ikhlas).

saking bahagianya, gw ‘menceritakan’ ini pada orang-orang terdekat dan dekat dengan gw… nyokap, kakak, adek, dan beberapa kawan.

hm, gw jadi inget seorang sakit yang menceritakan kepada banyak orang perihal dirinya yang disembuhkan oleh Yesus padahal Yesus sudah berpesan agar orang sakit itu tidak menggembar-gemborkan peristiwa itu. ya, rasa senang yang tak terduga dan bikin melayang sulit untuk dikendalikan. hanya dengan menceritakan pada orang lainlah maka kendali atas diri sendiri bisa digenggam.

sebagaimana kata Paulo Coelho, bahwa alam semesta akan membantu kita untuk memenuhi ‘keinginan’ kita jika kita sungguh-sungguh meyakininya. gw percaya itu. gw bahkan telah merasakannya. dan rasanya sungguh ajaib!

(sorry), kali ini gw ga bisa bicara lebih terbuka karena satu dan lain hal yang belum waktunya untuk diperbincangkan… :)

Waktu Nambah Kecepatan!

•March 17, 2009 • 3 Comments

Apa akan begini terus hidup gw? bangun, trus ngantor sampe jam 5 sore dari jam 7 (berangkat kantor. itu blom termasuk siap-siap. artinya, gw bangun lebih pagi). pulang, mandi, makan, baca novel sampe mata cape dan akhirnya ketiduran. trus harus bangun lagi, ngantor dan seterusnya.

kalopun pulang kantor ada kegiatan, misalnya ke toko buku ato maen ke kosan temen, maka kesempatan baca akan sirna hari itu. kalopun mo begadang usai dari tempat temen ato toko buku, maka besok paginya di kantor mata akan terkantuk-kantuk. dan kalo udah gitu, pulang kantor keesokan harinya bawaannya pengen cepet pulang, mandi, trus molor. klo pun tengah malem kebangun, ya paling untuk pipis ato sms temen yang klo gw beruntung, akan dibales. lalu terjadilah sms-an. sedangkan untuk baca buku udah nanggung tenaganya. mata terlalu perih, apalagi dengan udara jakarta yang belakangan agak lain: seperti nyedot energi, gizi, dan nutrisi yang seadanya di dalam tubuh gw. jadilah tidur lagi, dan bangun lagi, dan ngantor lagi, dan kerja lagi, dan pulang lagi, dan baca lagi, trus mandi lagi, dan makan lagi (kalo niat), dan lagi-lagi tidur lagi.

ga ada habis-habisnya, tapi begitu2 aja kyanya hidup gw.

sekarang, gw merasa waktu cepet banged berlalu. merasa waktu yang gw miliki terlalu sedikit untuk dapat mengerjakan berbagai hal yang sedang gw gandrungi. baca, ngopi, nyanyi, nonton, nulis, ngobrol sama temen2 jauh, dan sedikit merawat diri dengan tidur minimal 5 jam. rasa-rasanya waktu telah berlaku curang. jarum detiknya bergerak terlalu cepat, tidak seperti biasanya/normalnya. sehingga gw merasa mengerjakan sesuatu harus dengan tergesa-gesa karena waktu kian terlatih untuk bergerak maju dan kecepatannya semakin bertambah. lalu gw tertinggal dengan kegiatan gw yang akhirnya hanya cicilan-cicilan yang lama banged kelarnya. blom lagi tunggakan kegiatan yang bunganya lumayan. hope u understand….

ya ya ya, kalo udah begini, gw cuma bisa membatin: hayo, yang sabar…!

Tabib Kecil

•March 13, 2009 • Leave a Comment

dan akhirnya, hihii blom apa-apa udah “akhirnya”. mungkin itu karena gw pengen segalanya cepat berakhir, karena gw ga bisa mengakhirinya, cuy. cuuuuyyyy….

sampe di mana tadi? blom di mana-mana, ya? haa! ya ya ya, begini. akhirnya apa yang direncanakan kemaren (blog sebelumnya), ga terlaksana. pulang kantor gw malah makan dan ketemu desi buat ngasih CD n payung hitamnya. dari situ ke indomart, trus agak sedikit bergegas pulang. nyampe kosan, gw malah terinspirasi untuk ‘jamah-jamah’ kamar gw. memberi sedikit tambahan demi kepentingan dan kenyamanan diri di dalam kamar yang sempit itu.

gw ambil meja bercat putih dari ruang tamu berbau busuk itu. bau dan busuk karena tikus, kecoa, dan kucing sering buang yang bau-bau di situ, dan si tukang bersih2 agak malas angkat sofa buat ngepel lantai bekas kencing ato berak makhluk2 itu.  lalu tuh meja gw bersihin seadanya dan gw angkat ke kamar. dan gw taruh di kamar gw yang udah sempit itu. dan alhasil, dengan tambahan meja, kamar gw tambah sempit, tapi asyik, cuy. penglihatan gw agak terbantu dengan meja itu. barang-barang jadi terlihat teratur. kipas angin, speaker, buku-buku, kabel, dan barang2 kecil lainnya bisa diorganisasikan di meja itu. jadi terlihat simpel dan ringan. keuntungan yang paling gw kejar adalah bisa duduk di bangku palstik dan menulis di meja itu. selama ini gw duduk di lantai dan nulis di meja kecil.

setelah menyusun meja dan menyapu kamar, gw mandi. dan gw berpasrah diri pada kondisi tubuh yang merasa nyaman dan sedikit memohon agar dibiarkan rebahan dalam waktu yang lama. dan asli, malem itu, tubuh gw menyatu sama kasur. kyanya mereka udah saling kangen dan lagi melepas rindu satu sama lain. pengennya tu nempeeeeelllll terus. tapi diri gw bilang agar bikin kesepakatan aja biar ga ada yang merasa dirugikan. maka, gw kasih waktu rebahan untuk tubuh gw, lalu setelah itu segera kembali ke rencana awal untuk bikin konsep penulisan isi buku ‘Gangguan Sensomotorik’ tea.

tepat jam 10.40, gw ketiduran. tidur yang bener2 tidur. tapi sekitar jam 1 malem, ada yang nelpon. orang aneh dan sok oke. nyebelin. berkali-kali pula! tuh orang lagi horny kali? ato, klo mo positive thinking, dia lagi kesepian gitu. ato lagi mimpi buruk n pengen ditemenin/ngobrol. tapi, telpon dari orang aneh itu adalah mimpi buruk buat gw karena dia mengganggu tidur gw. gara-gara itu gw jadi pengen nelpon temen gw. tapi, dasar tukang molor temen gw itu, dia ga bangun2. dan gw ga mau bersikeras ngebangunin dia. ntar dia malah ngira gw yang jadi mimpi buruknya. haaa… ga abis2 deh orang jadi mimpi buruk bagi yang laen…

dan sosodara, di sinilah gw sekarang. kembali pada rutinitas pekerjaan yang monoton sekaligus membosankan (dengan ‘Don’t Worry Be Happy-nya Bobby McFerrin), tapi agak bikin penasaran gitu… dan rasa penasaran itu agaknya bisa jadi obat yang meluruhkan rasa jenuh. semacam tabib kecil gitu…. dan gw merasa ‘harus’ berterima kasih pada ‘rasa penasaran’ yang hadir di saat yang sedikit agak tepat. tabib yang memberikan pil untuk sedikit bangkit dari antara orang mati. halah!

biarin sedikit-sedikit bangkit. gpp. kya suluh di pantai. biar kelap-kelip (cahayanya kya bakal ilang, tapi ga ilang-ilang), tapi bisa jadi petunjuk bahwa jauh di ujung sana ada daratan, ada pelabuhan, ada kehidupan. dan harapan.

aih, harapan! gila, kata itu muncul juga. harapan? harapan, ya? rasanya gw masih asing sama kata itu. tapi semoga tabib kecil yang ga tau muncul di mana dan kapan itu, melakukan apa yang bisa dia lakukan, yang tepat!

dan sekarang, giliran gw untuk melakukan sesuatu. yaitu bekerja. do what i can (have to) do….

JobLess & Ngantuk

•February 20, 2009 • 2 Comments

ga ada kerjaan… bener-bener ga ada kerjaan karna kerjaan gw udah selese hehe.. tau-tau nya kerjaan gw seabrek tanpa gw sadari…

pala gw pusing ga tau kenapa. udah dua hari ini bangun pagi dengan suhu badan di atas normal. dan klo bangun berasa ajep-ajep gitu. goyang-goyang kya pengen rebahan lagi (halah! bilang aja masih pengen molor!). dua-tiga hari ini udah ngantuk sebelum jam 10 malem. setengah sebelas udah molor. bangun jam 7 kurang dikit. tanpa mandi pagi, gw berangkat ngantor. cuma cuci muka n gosok gigi sih. ya, mendinglah daripada sama sekali enggak hehe…

nyampe kantor, yang biasanya gw ga butuh sarapan, sekarang malah ngejar gorengan dari mas wahyu (beli pastinya!). klo ga, mi rebus telor.  seumur-umur gw di BPKGM, blom pernah yang namanya sarapan mi rebus. telor pula (hii, apa hubungannya, yak?)

trus nyeduh kopi dari pagi, biasanya dari pagi-menjelang-siang alias jam 10. hh, kalu patokannya “kebiasaan”, ya emang dua-tiga hari ini gw di luar “kebiasaan”. dan gw agak2 merasa aneh sih… berasa ada yang “ga diri gw sendiri gitu”. maksud gw ada sesuatu yang baik terjadi, tapi juga ada sesuatu yang diluar tanggungan gw yang mungkin bagus tapi seperti diluar dugaan aja gitu. Continue reading ‘JobLess & Ngantuk’