Cabut Rumput

Foto-Rumput-Liar-Di-Halaman Asyiknya memikirkan hal yang baik saat melakukan pekerjaan yang tidak diharapkan.

Usai menyiapkan sarapan dan sarapan, beberes, dan jelang mandi pagi, partner hidup saya mengajak saya untuk menunda mandi; ia hendak membersihkan halaman belakang. Mungkin karena menurutnya saya sudah cukup letih, ia menambahkan bahwa saya cukup menemani dengan duduk manis memperhatikannya menyapu dan seterusnya.

Beberapa saat saja saya duduk, lalu saya ikut menyapu lantai kazebo. Sebentar saja, saya sudah selesai karena kazebo itu kecil saja. Ia masih menyapu karena halaman itu cukup luas dan semakin banyak sekaligus berat tumpukan sampah yang disapu.

Saya lalu mencabut rumput di teras terbuka. Rumput itu tumbuh liar dan mengakar di sela-sela blok-blok batu teras. Awalnya saya bersemangat mencabut di bawah terik matahari pagi. Namun, lama-kelaman saya tergoda dengan pikiran saya: seharusnya tidak pakai tangan. Pakai alat. Kalau begini, tangan saya bisa kasar sekali. Saya terus mencabut dengan tenang, berusaha tidak mempengaruhi mood menyapu partner terkasih saya, sampai akhirnya muncul pemikiran:

“Sebenarnya rumput-rumput kecil ini tidak sulit untuk dicabut hingga ke akar. Namun karena jumlahnya banyak dan ukurannya kecil, tumbuh di sembarang tempat dan mengganggu pemandangan, rumput ini harus dicabut. Untuk mencabut rumput jenis ini, dengan tangan kosongpun dapat! Namun dibutuhkan kesabaran. Seperti masalah-masalah kecil: tidak butuh energi hebat untuk menyelesaikannya. Cukup kesabaran saja untuk mencabutnya atau menyingkirkannya. Misalnya, suami atau istri atau partner kita lupa untuk mematikan lampu luar atau tidak menggantung jaketnya, menaruh pakaian kotor sembarangan, lupa mengunci ganda sepeda motor, AC menyala sementara tidak ada seorangpun di ruangan, beberapa butir nasi jatuh dari piring makannya, atau lainnya. Itu adalah persoalan-persoalan kecil yang harus dihadapi ‘hanya’ dengan kesabaran tanpa menyesali apalgi menyimpan kesalahan-kesalahan kecil itu. Jangan bodoh!

Lalu, bagaimana dengan rumput yang besar atau malah pohon yang mengganggu dan sulit dicabut hanya dengan satu tangan? Itulah masalah-masalah besar. Akarnya kuat mencengkeram bumi bahkan mungkin batangnya berduri! Sebut sajalah masa lalu yang dijadikan intimidasi Iblis. Kita dapat mengatasinya sendirian dengan kesabaran dan kekuatan dari Tuhan! Atau mungkin, sesuai dengan jenis rumput yang kita hadapi, kita membutuhkan partner yang dapat dipercaya dengan kesabaran dan kekuatan dari Tuhan untuk mencabut rumput/pohon liar itu, masalah besar-mengakar itu. Tidak perlu malu meminta pertolongan. Perasaan malu semacam itu adalah ‘kutuk’ yang harus dan segera dipatahkan di dalam nama Yesus! Seorang manusia saja tidak dapat hidup tanpa manusia lainnya, apalagi tanpa Tuhan. Jangan konyol!

Bagaimana kita dapat menentukan sesuatu itu rumput kecil atau rumput besar? Kita mempunyai mata untuk melihat dan tangan untuk meraba lalu mengukur tingkat “kesulitan” mencabut rumput tersebut. Bagaimana kita dapat menentukan suatu persoalan itu kecil dan besar? Kita mempunyai mata rohani dan pengalaman orang-orang terdahulu yang tercatat di dalam Firman Tuhan (Alkitab) untuk kita belajar dan mendapatkan hikmat Tuhan dalam membedakan keduanya. Kemudian, untuk melakukan tindakan yang tepat.”

Pelajaran ini (ditambah, dilengkapi, diperkaya, dikukuhkan juga dengan pengertian baru dari buku-buku dan diskusi) berkesan di hati saya. Selain mendapatkan rema berharga ini, saya juga didorong untuk belajar memetik sebuah pelajaran dari setiap aktivitas yang dilakukan, bahkan aktivitas yang tidak diharapkan sekalipun. Mendekatlah kepada Tuhan, Ia akan membukakan pengertian kita. GBU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s