Memahami Dia yang Benar

tumblr_lwcg28aoxl1qhmhdfo1_500

Bagaimana kesetiaan Allah di dalam hidupku, -mu, kita? Tidak ada salahnya kita tengok ke belakang. Bagaimana kita ada di dalam dunia ini—sekalipun mungkin beberapa di antara kita ada yang lahir karena “kesalahan” orangtua. Misalnya MBA (married back accident); pil KB yang jebol—sehingga Anda merasa seolah-olah Anda tidak diharapkan hadir di dunia ini, tertolak, terabaikan, tak diinginkan, dan sebaiknya mati saja; hasil pemerkosaan (saya sama sekali tidak mengecilkan Anda yang sungguh mengalami hal ini, bahkan saya sangat mendukung Anda saat ini); atau hasil persetubuhan orangtua kandung dan sah Anda namun atas dasar hawa nafsu belaka. Di sini saya tidak sedang mengorek masa lalu Anda, apalagi hendak melukai perasaan Anda. Namun, saya sedang mengajak kita melihat kebaikan Tuhan di tengah-tengah keberadaan kita—bagaimanapun adanya kita saat ini. Mazmur 139:13 berkata, “Sebab Engkaulah (Tuhan) yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.”

Mungkin beberapa dari pembaca akan berkata,”Kamu tidak tahu betapa sulitnya menerima keadaan hidupku ini! Kamu tidak tahu betapa sakit dan sengsaranya hidupku, perasaanku, beratnya langkah-langkah kakiku yang lemah dan tak berdaya di jalan yang berbatu-batu dan mendaki! Sendirian!” Saya mungkin tidak dapat memahami betul keadaan yang melatarbelakangi hidup Saudara, namun Tuhan Yesus memahami betul. Mengapa? Karena Dialah yang menciptakan kita. Dia paling tahu dan paling dapat memberi kita kekuatan dan penghiburan. Dia tidak berhenti bekerja setelah ia menghadirkan kita di bumi ini. Dia adalah Allah yang bertanggung jawab. Ia memelihara kita, merawat kita, mengawasi kita, dan mendukung kita dalam tumbuh kembang tubuh, hati, pikiran, dan iman kita. Bahkan Ia sendiri mau melimpahkan Roh-Nya atas kita—apabila kita membuka hati kita untuk percaya kepada-Nya.

Ketika kita tidak melihat pertanggungan jawab Tuhan atas kita, saya pikir kita perlu memandang ke dalam diri kita: apakah kita yang sedang menolak pertanggungan jawab Tuhan dengan mengeraskan hati, dengan mempertanyakan karya-Nya atas kita—misalnya, mengapa aku lahir dari sebuah “kesalahan”? Tidak, Saudara. Tuhan Yesus yang kita percaya adalah Allah Maha Benar. Tidak ada kesalahan pada Dirinya. Jadi, berhentilah “menyalahkan” Tuhan dan menjadi orang yang sok tahu. Dan berhentilah saat ini juga dari perasaan rendah diri. Itu hanya akan menghancurkan hidup Anda! Bangkitlah dan angkatlah kepalamu! Patahkan kutuk (rasa malu) itu saat ini juga! Apabila Tuhan yang meninggikanmu, tak seorangpun dapat merendahkanmu! (Mat 23:12; Luk 14:11; 18: 14).

Dengarkan ini, “Yang penting bukanlah dari mana engkau berasal, tetapi hendak ke mana engkau pergi.” Renungkanlah dan ambillah keputusan. Tuhan Yesus memberkati saya dan Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s