Pejuang Mimpi

ira Putu Sekar Semua orang memiliki mimpi. Harusnya begitu. Kalau ada yang tidak punya mimpi, itu mungkin hanya sementara. Dia hanya belum tahu saja apa mimpinya atau tidak berani bermimpi. Mimpi saya yang terbesar adalah menjadi pewarta firman Tuhan secara pasif karena biarlah tulisan saya yang berbicara melalui buku-buku yang saya tulis dan disebarluaskan hingga ke seluruh Indonesia. Bahkan mungkin ada bonus berupa diterjemahkan dan disebarluaskan ke beberapa negara maju hingga ke seluruh dunia. Saya juga ingin berbicara di depan generasi muda dan kaum wanita mengenai kebenaran firman Tuhan dan hidup praktis sesuai kebenaran firman Tuhan berdasarkan kebutuhan masing-masing generasi dan kaum itu.

Saya jadi teringat pada seorang Bapak yang baik hati. Namanya Nathan. Begitu lembut dan tulus hatinya sehingga kepada dialah untuk pertama kalinya saya bagikan mimpi saya itu. Dia begitu lembut hati. Dia tidak banyak berkata-kata, namun dia mendukung bahkan menguatkan hati saya untuk mencapai mimpi saya itu. Dan saya tidak lagi pernah bertemu dengan dia hampir tiga tahun ini. Namun, peristiwa yang mengesankan itu tidak pernah terlupa dan jelas tidak akan saya lupakan. Sebelum saya menjadi penulis ataupun pewarta firman Tuhan, saya mengurungkan niat untuk bertemu dengannya. Mungkin ini keliru, tapi sejauh ini, begitulah saya pikir seharusnya.

Banyak orang yang berlalu lalang, singgah, bahkan menetap di dalam kehidupan pribadi saya dan kita semua. Namun, mungkin hanya segelintir yang menginspirasi, menguatkan, meneguhkan, menghiburkan, bahkan mengoreksi kita dengan benar dan tepat agar kita bertumbuh. Saya berpikir dan mungkin kita semua berpikir, orang-orang yang tidak melakukan hal-hal (baik) tersebut adalah orang-orang yang tidak berguna! Mari kita balik situasinya, apakah keberadaan saya dan kita bagi orang lain telah menginspirasi, menguatkan, meneguhkan, menghiburkan, bahkan mengoreksi mereka dengan benar dan tepat agar mereka bertumbuh?

Acap kali kita melihat orang lain tidak berguna dan mengganggu kehidupan kita atau justru berniat membuat orang lain merasa dan menjadi tidak berguna dan menjadi pengganggu—apapun motivasinya. Tetapi, mari kita lihat apakah kita telah menjadi orang yang berguna dan membangun orang lain. Taburlah hal-hal positif kepada orang-orang yang sedapat mungkin untuk ditaburi hal-hal positif tersebut—walau sekadar sebuah senyuman terbaik kita. Pak Nathan telah melakukan bagiannya bagi saya. Mungkin saya belum dapat melakukan hal yang sama bagi dia—dia pasti tidak mengharapkan balasan. Namun saya dapat melakukan hal positif kepada banyak orang lain.

Inilah mimpi besar saya. Mendatangkan hal positif dan menabur melalui tulisan saya, perkataan saya, dan bagaimana saya hidup. Ini berat. Walau demikian, memilih untuk berjuang demi mencapainya jauh lebih baik ketimbang hanya duduk-duduk dan berpangku tangan sambil memandangi mimpi itu terbang melayang dan hilang. Untuk saya dan kita, selamat bermimpi dan berjuang. Tuhan pasti menolong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s