Roti Panggang Ann untuk Greg

sliced-bread-wheat Ann mengolesi empat helai roti dengan mentega, lalu memanggangnya. Satu pasang roti diisi dengan keju iris dan susu sesuai pesanan suaminya. Satu pasang lainnya dengan selai stoberi kesukaannya. Roti isi keju-susu dan segelas teh manis yang kental favorit suaminya, dihodangkannya di samping tempat tidur. Ann sangat mengasihi Greg. Ia berusaha melakukan apa saja yang ia dapat lakukan untuk suaminya. Greg memang kurang enak badan sehingga masih harus berbaring di tempat tidur. Sepertinya kelelahan dan masuk angin usai pelayanan semalam. Ann, dengan hati yang berseri-seri, melakukan itu setiap hari. Bahkan kalau bisa, ia akan mengerjakan semua tugas-tugas pelayanannya untuk menolongnya. Tapi bagaimanapun, itu bukan kapasitasnya. Maka Ann memutuskan akan melakukan apa saja, sebisanya. Salah satunya dengan membuatkan roti panggang setiap pagi.

Keesokan harinya, sebelum Ann membuatkan sarapan Greg di dapur, Greg sudah ada di belakang Ann dengan wajah yang tampak lesu.

“Hei, Sayang. Kau bisa bangun?” kata Ann penuh kasih.

“Ya. Apakah kau sedang membuat sarapan?” sahut Greg seperti sedang menggunakan energi terakhirnya.

“Ya.”
“Punyaku jangan pakai mentega.”

Ann agak kaget. “Mengapa? Bukankah selama ini seperti itu? Mengapa berubah? Kau tidak suka?”

“Ya. Rasanya enek. Seperti minyak. Aku jadi mual.”

“Apakah kurang kering sehingga berminyak?” Ann mulai merasa bersalah.

“Bukan. Aku memang tidak suka roti pakai mentega. Polos saja. Dan tidak perlu dipanggang. Isi keju-susu saja sudah enak bagiku.” Greg berusaha setenang biasanya.

Dengan berusaha menenangkan hati, Ann berkata, “Baiklah. Akan kubuatkan.” Greg kembali ke kamar untuk berbaring.

Ann berpikir, “Berarti selama ini—selama Ann menjadi istri Greg dan Ann membuatkannya sarapan roti mentega panggang—Greg tidak menyukainya. Greg hanya “berpura-pura” menyukainya agar aku tidak tersinggung dan marah karena ia tidak menyukai buatanku. Kalau benar begitu, mengapa ia tidak mengatakannya saja?”

Ann masih berpikir sambil terus membuatkan sarapan Greg. Ann ingat bahwa Greg pernah berkata bahwa Ann mudah tersinggung dan egois. Waktu itu Greg menasihatkan Ann perihal suaranya yang fals. Ann tersinggung karena selama ini yang ia tahu suaranya baik-baik saja. Greg menjadikan itu bahan lelucon. Ann merasa ditertawakan. Harga dirinya jatuh hingga tertancap ke pusat bumi. Setelah perseteruan yang cukup hangat, Ann diam dengan wajah yang cemberut seperti anak kecil. Greg berkata, jangan mudah tersinggung. “Itu hanya obrolan biasa. Maksudku, kau perlu berlatih pernafasan panjang. Itu saja. Tangkaplah pesannya.” Ann tidak menggubris Greg, bahkan kepalanya semakin berasap.

“Karena aku, Greg “berpura-pura” menyukai roti panggangku?” sesuatu yang keras di hati Ann melembut seperti clay. Baginya perbuatan yang lembut adalah cara memberitahu yang paling efektif dan efisien mengubahkan jiwanya ketimbang perkataan yang diperkatakan dengan keras, baik bentuk maupun kontennya—walaupun ini juga perlu di kondisi dan situasi tertentu.

Ann masuk ke kamar dengan roti isi keju iris dan susu. Greg menyambutnya, “Maaf, ya dengan roti panggangnya.”

“Tidak. Aku yang seharusnya meminta maaf. Selama ini kau menahan rasa tidak enak roti panggangku hanya untuk menjaga perasaanku. Betapa kekanak-kanakannya hatiku. Aku minta maaf. Lain kali, seharusnya aku tanyakan dulu kau mau sarapan apa. Bukan malah membuatkanmu apa yang menurutku baik—yang notabene yang aku sukai dan belum tentu kau sukai.”

Dengan tenang dan perlahan Greg berkata, dengan memberi penekanan pada kata “suka”. Katanya, “Aku suka puding yang kau buatkan. Aku suka caramu menari. Aku suka pilihan-pilihan lagumu… walau aku tidak begitu suka ketika kau bernyanyi.” Mereka tertawa. Namun di atas semuanya, aku bersyukur kita bisa bersama seperti sekarang ini.”

Ann tersenyum. Dan betul, seperti kanak-kanak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s