Go Time!!!

Dua hari ini (Sabtu-Minggu) rasanya nikmat sekali. Banyak sekali waktu untuk melakukan hal-hal yang ingin dilakukan, tapi tidak bisa dilakukan di hari Senin-Jumat. Walaupun, belum semua hal dapat dilakukan di dua hari tersebut. Namun, bersyukur dapat melakukannya dengan leluasa. Salah satunya adalah tidur siang!

Tidur siang itu sekarang menjadi hal yang jarang dapat dilakukan dan nilainya semakin tinggi. Memang, Sabtu-Minggu selalu ada dan tidur siang sebenarnya dapat dilakukan setiap dua hari itu ada. Namun, Sabtu-Minggu sebelum-sebelumnya (khususnya hampir sebulan terakhir) seperti ogah memberi waktu karena ada hal lain yang harus dikerjakan. Kalaupun ada waktu untuk tidur siang, rasanya tidak puas karena masih ada saja hal yang harus dikerjakan setelahnya. Namun sekarang, begitu bangun, hal yang dilakukan adalah bernyanyi dan menikmati sore yang terus menjelang malam. Aseeek benerr!

Lalu, saya tersadar: kapan terakhir kali saya menikmati karya Tuhan yang maha kreatif ini, ya? Ah! Kali ini saya tidak mau menyalahkan waktu yang saya tidak miliki karena saya sibuk ini-itu. Tidak. Tetapi sayalah yang terkadang mengabaikan maha karya-Nya itu. Dan sekarang, tepat di depan mata saya, ada alam yang membentang: dua pohon hijau yang saling diam (lagi ngambekan), udara yang berhembus malu-malu, cahaya yang bersahabat, dan saya yang belum mandi. Heheh. Dan tak lupa, musik yang mengalun melengkapi sore yang syahduuuu. Nyanyikan dudududu shalalalala parappappapap nanananaaaaa (tebak lagu apa!).

Selain tidur siang, saya menulis. Iya, blog ini yang sedang kamu baca. Kapan lagi bisa menulis kalau tidak dalam waktu yang tenang. Tentu ada syarat lain: kalau ada inspirasi. Kalau ada waktu, tapi tidak ada yang akan ditulis, yaaa bakal melongo juga di depan laptop.

Poin yang ingin saya sampaikan di sini adalah: terkadang kita (kita?)—ralat deh: saya—menjadikan “kesibukan”-sehingga-tidak-ada-waktu sebagai kambing hitam. Padahal, kambing nggak hitam, bro! Nah lhooo …. Maksud saya, asal bisa bagi waktu dan cukup memikirkan hal yang perlu dipikirkan, merasakan hal yang perlu dirasakan, melakukan hal yang perlu dilakukan pada waktu dan porsinya, itu dapat menghemat waktu (dan energi).

Jadi, selain Go Green, kita (kita??)—ralat lagi deh: saya— perlu juga Go Time alias (1) hemat waktu dengan tidak menebang waktu berharga kita dengan melakukan hal-hal yang tidak perlu;(2) membuang waktu pada tempatnya—misalnya hang out dengan teman (ini perlu juga lho. Walaupun terkadang yang dibicarakan hal-hal sepele; ingat, bukan gosip!); (3) menanam waktu kembali, yaitu membayar waktu berharga yang terbuang sehingga tidak melakukan hal yang perlu dilakukan. Hal ini butuh energi karena kita harus mengejar waktu yang telah berlalu; (4) satu orang satu waktu. Artinya, kita juga butuh waktu sendiri: waktu sendiri dengan diri sendiri, dan terutama waktu sendiri dengan Sang Khalik.

Saya akan tutup tulisan ini dengan sebuah ayat pamungkas: “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Efesus 5:16)

Tuh, Rasul Paulus aja setuju (ngarang! :P). Well, Go Time!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s