HARI BERUNTUNG

Setelah beruntung menjadi salah satu penonton perdana fim bagus Indonesia, The Raid, hari ini eike merasa nggak kalah beruntung karena berbagai hal.

Pertama, gw sakit. Kenapa sakit menjadi sebuah keberuntungan? Nah, baca dulu sampe selesai. Begini ceritanya (masuk back sound horrorrrr) …. Sebenernya sakit udah dari kamis sore. Badan sudah menunjukkan tanda-tanda positif sakit. Tenggorokan membengkak. Gw tahu karena ketika menelan makanan bahkan minum, rasanya ada benjolan di tenggorokan. Tanda-tanda lainnya, bersin-bersin, suhu badan meningkat, pusing-pusing, dan mata memerah. Tapi, karena gw berusaha menuntaskan tugas disepanjang minggu ini, gw sedikit mengacuhkan sakit dan mengarahkan perhatian ke semangat juang pantang menyeraaaah!!! (teriak ala prajurit medan perang!). Hidup tuh kyanya berjuang setiap hari—sejak kamis (catet: sejak kamis). Malam Kamis udah rada-rada kliyengan. Tapi masih gejala kecil yang belum berarti bangetlah.

Jumat! Jumat punya daftar menu kerjaan yang panjang. Ibadah pagi paskah, ada tes berbicara kelas 7 selama 6 jam. Pulang sekolah: teater. Dan terakhir, les. Selain itu, masih harus berjuang di tengah hujan dan angin malam. Intinya, begitu pulang ke rumah, tepar. Kompres kepala, minum obat, tidur pake jaket tebel biar keringetan, sempet telponan dulu sih (hehehee), baru deh tidur.

Sabtu!! (tanda serunya nambah satu). Bangun pagi, segeeerrr… ke sekolah, biasa, koreksian UH siswa. Ketika di koreksian kelas ketiga, mulai goyah pertahanan tubuh. “Udah ah. Satu kelas ini beres, eike pulang! Pijit! Tidur!” terjadilah demikian. Pulang pijit sektiar jam 5. Uh, panas badan luar biasaaaa meningkat …. Kompres pala lagi. Makan. Jam 6 sore, tidur. Bangun2 dah jam 7. Keringetnya buanyaaaakkk. Bukan segede jagung lagi itu mah. Basah sebener basah. Ganti baju. Baju sampai berat gara-gara banyak keringet. Mantep. Seger. Enteng badannya. Tapi eike blom berani beraktivitas berat. Masih lemes ceritanya.

Minggu!!! Bangun pagi sekitar jam 7. Seger. Matahari indah banget (padahal korgen n jendela blom dibuka tuhhh heheh). Tapi masih lemes. Rasanya pengen ada soto di atas meja. Gw bangun tinggal makan, tinggal minum obat, nonton tivi sambil tiduran. Jam 8 an, gw coba bangun. Kepala nyut-nyutan. Tapi bentaran aja. Usai itu, gw coba bergerak. Beraktivitas. Sapu kamar, ngepel segala malah (soalnya temen gereja mau dateng juga. Dia tahu sih gw sakit, tapi kalau gw sudah mendingan, kenapa enggak untuk beberes kamar kan?). Cuci piring-gelas, isi 3 botol minum, ganti sarung bantal, mandi, ke giant beli plester kompres dll (jaga-jaga siapa tahu ntar malam suhu badan naik lagi), beli soto. Pulang, makan (nggak minum obat), nonton, tiduran/istirahat.

Di dalam hati, “Kok segeran, ya? Ini badan pengertian banget. Dia sakit pas weekend.” Dan sampai sekarang (gw ngetik tulisan ini), badan gw seger-seger aja. Kya nggak terjadi apa-apa.

Inilah yang gw sebut sebagai sebuah keberuntungan. Terkadang Tuhan memakai sakit untuk “memaksa” kita beristirahat supaya Tuhan bekerja menyembuhkan kita. Toh, kita membutuhkan istirahat untuk dapat mengalami perenungan secara spiritual dan pertumbuhan tubuh. Hal ini gw dapet dari saat teduh pagi ini. Klop banget kan?! J

Trus trus …, karena ga berniat tidur, gw koreksi UH satu kelas lagi yang sempat terbengkalai di hari Sabtu. Dan hebat, beres dalam waktu kurang dari 1 jam. Trus gw ke gereja sore. Khotbahnya singkat padat dan tepat. Sampe sekarang gw masih inget: hendaklah kita seperti bayi yang bergantung kepada ibunya dan mengharapkan yang murni untuk pertumbuhan yang baik; hendaklah kita seperti bayi yang menggantungkan hidupnya kepada Bapa dan mengharapkan yang murni, yaitu firman Tuhan untuk pertumbuhan iman kita secara baik. Tuhan ingin kita mandiri, tetapi tetap mengandalkan dan menggantungkan hidup kepada-Nya.

Pulang gereja, gw mendapatkan beberapa keberuntungan lagi. Hm, ada berapa, ya? Satu, dua, tiga, empat kali yaaaa …? Lima deh biar genap kya jari-jari di masing-masing tangan kita J à udah capek nulis eheheheee… kalau mau tahu, ntar aja ngobrol langsung dahh J

N.B. gw sedang menenteng keberuntungan lainnya itu. Mau?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s