SIAPA DI SITU?

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10

Hari ini Anya harus tinggal sendiri di rumah karena kedua orangtuanya harus keluar kota menghadiri upacara pemakaman salah satu keluarga. Kakaknya, Jimmie, sedang pergi latihan band dengan teman-temannya.

Sekitar pukul satu siang, seseorang mengetok pintu rumah. Seperti pesan Jimmie, Anya harus mengintip dulu dari jendela sebelum membukakan pintu. Dari balik jendela, Anya dapat melihat seorang laki-laki dewasa sedang berdiri membelakangi pintu sambil menunggu pintu dibukakan. Anya menunggu agar laki-laki itu pergi, tetapi laki-laki itu mengetok pintu lagi sambil berteriak, “Selamat siang? Apakah ada orang di rumah?”

“Tidak ada!” teriak Anya. Oops! Dia sadar kalau itu jawaban yang bodoh. “Maksud saya ada. Tapi Anda siapa?” Anya meralat perkataannya sendiri.

“Saya Rudy. Saya hendak menawarkan pakaian anak-anak. Sebentar lagi natal! Kau tahu itu, kan?”

“Tidak, terima kasih.”

“Apa keluarga ini tidak merayakan natal?” Rudy menginterogasi.

“Kami merayakan natal. Maaf, aku tidak butuh baju natal sekarang. Kalau mau, datanglah lagi besok.”

“Aku hanya datang hari ini. Tidak ada besok atau lusa, atau tahun depan. Buka saja. Mungkin kau ingin melihat-lihat. Tidak mesti bayar sekarang. Bisa kredit. Bisa cicil kok.”

Anya mulai tergoda. Tetapi akhirnya Anya meminta maaf dan mengatakan bahwa dia tidak bisa membukakan pintu untuk orang asing. Rudy masih bersikeras agar Anya membukakan pintu. Dan akhirnya, Anya melakukan hal yang sedikit agak kasar: Anya menutup korden jendela dan menyalakan musik keras-keras.

Sepulun menit kemudian, Anya mengintip ke balik pintu. Sudah tidak ada orang. Anya bernapas lega. Anya kembali ke sofa untuk menonton TV. Telinganya masih awas terhadap suara-suara di luar.

Setengah jam kemudian, Jimmie—kakaknya, mengetok pintu.

“Anya? Apa kau di rumah? Mengapa menutup korden?”

Tanpa mengintip lagi, Anya membuka pintu dan merangkul kakaknya. “Kak Jimmie!! Aku tidak mau ditinggal sendirian lagi di rumah. Aku takut.”

“Kenapa? Kau ada di rumah. Ini adalah tempat yang aman, adikku.” Jimmie mengelus-elus kepala Anya yang baru berulang tahun yang ke-12 tahun dua minggu lalu.

“Tadi ada orang asing. Katanya namanya Rudy. Aku takut.” Anya terus bercerita dan hampir saja menangis.

“Kau sudah melakukan hal yang benar.” Jimmie merangkul adiknya masuk ke rumah.

***

Orang-orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi adalah anggota kerajaan surga. Mereka sudah ada di dalam rumah—zona aman (sudah diselamatkan melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib), tetapi iblis tidak tinggal diam. Iblis memiliki berbagai akal dan cara untuk berusaha melemahkan iman kita.

Suara Rudy asing bagi Anya, maka ia tidak membukakan pintu apalagi mempersilakan orang asing itu masuk karena Anya tidak mengenal siapa orang itu—dan yang terpenting, Anya tidak mengetahui tujuan utama Rudy. Tetapi ketika Jimmie yang datang, Anya tidak perlu lagi mengintip dari balik jendela karena Anya mengenali suara kakaknya. Dan ia tahu, kakaknya tidak akan menyakitinya karena ia tahu kakaknya tidak akan menyakitinya.

Yesus adalah Juruselamat bagi orang-orang yang percaya. Bagaimana cara kita hidup selama masih di dunia yang fana dan berdosa ini hingga Yesus datang untuk kedua kalinya? Hiduplah sebagai umat tebusan TUHAN yang menyenangkan Dia. Hiduplah sebagaimana Yesus hidup karena Dia adalah Firman itu sendiri. Dengan mengenal TUHAN melalui Yesus, kita mengenal suara-Nya dan tidak di-/terjerumus ke dalam kegelapan.

Iblis mampu “menirukan” suara Tuhan sehingga perkataannya seolah-olah adalah perkataan TUHAN. Iblis punya agen-agen rahasia. Dan orang-orang yang iblis pakai sebagai agen bisa saja orang-orang yang kita kasihi (orangtua, saudara, teman) atau orang-orang yang kita idolakan (pendeta, guru, artis) atau kesenangan-kesenangan (internetan, foya-foya, kongkow, membaca banyak buku, mendengarkan musik). Tanpa kita sadari, hal-hal itu menjadi pencuri yang membunuh dan membinasakan hidup kita (Yoh 10:10a).

Domba yang mengenali suara gembalanya (Yesus) tidak akan terjatuh, melainkan mendapat kelimpahan (Yoh 10:10b), yaitu TUHAN mengenali setiap dombanya, dibawa dan dipimpin juga kaya di dalam kebenaran, diberi damai sejahtera dan rasa aman, mendapatkan kehidupan kekal, tinggal di dalam kerajaan kekal, memiliki keluarga di dalam Tuhan, dan masih banyak lagi.

Ya, kelimpahan di sini bukanlah uang. Jika kamu kecewa dan mengharapkan hepeng memenuhi setiap saku celana dan perbendaharaan di kediamanmu, yaaaa silakan bukakan saja pintu untuk si Rudy—orang yang tidak kamu kenal itu. Hehehe.

3 thoughts on “SIAPA DI SITU?

  1. hahaaaa…ga ngeh euy nama tokohnya Rudy. soalnya itu tulisanku di buletin gereja bulan des kemaren. hahahaaaa… butuh perban??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s