Tanpa Masalah: Tanpa Oksigen

“Bisa nggak sih sehari aja nggak ada masalah?” aku membatin. Persoalan datang rasa-rasanya bukan dari diriku, tetapi dari luar kepadaku. Apakah karena aku tidak memiliki masalah atau karena aku memiliki masalah dan dapat mengatasinya, maka masalah dari luar menghampiriku? Terkadang masalah dari luar datang beruntun dengan yang dari dalam. Aku merasa terjepit. Sehari kemarin aku merasa lega dapat menuntaskan banyak pekerjaan dan mengatasi persoalan. Aku bisa bernafas lega. Lalu, malamnya, masalah itu datang. Dan tiba-tiba kepalaku terasa berat dan yang kuinginkan hanya tidur. Aku bicara pada Tuhan. Dan entah berapa lama kemudian, aku terlelap. Pagi ini, kepalaku masih berat. Dan siapakah yang peduli. Tidak seorangpun. Dan aku harus belajar dan membiasakan diri untuk tidak mengharapkan orang lain datang menolong—mungkin mereka pun memiliki masalah sendiri. Tuhan yang akan melakukan itu. Barusan—sebelum aku menulis artikel ini—jika saja pertanyaanku di awal diganti menjadi “Bisa nggak sih sehari aja nggak ada oksigen?”. Dan setelah mengetik kalimat itu, terpikir pertanyaan lain lagi, “Bisa nggak sih sehari aja nggak ada karbondioksida?”. Laluuuuu, bisa nggak bisa nggak lainnya. Hehe.

2 thoughts on “Tanpa Masalah: Tanpa Oksigen

    • mungkin untuk memunguti masalah dan mengumpulkannya di suatu tempat. lalu melakukan sesuatu yang “besar” atau “membakar”nya :))
      atau mungkin saja masalah hanyalah semacam ngilu gigi yang dibiarkan hingga akhirnya menjadi nyeri yang membabibuta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s