selamanya fragmen

Aku mengingatmu. Tidak hanya wajahmu. Tetapi juga bagaimana kamu menatapku. Selalu tajam. Selalu dalam … hingga tatapan itu membekas di ingatanku. Di sini, di dalam diri ini, aku melihat sepasang mata kecil dan hitam, nan tulus. Cuma kamu, cuma kamu yang mampu melihatku dengan cara seperti itu. Dan kalau saja aku mampu, aku ingin katakan ‘aku sayang kamu’ saat itu. Namun, tatapanmu telah mengunci mulutku … mengunci hatiku … mengunci diriku untuk yang lain.

7 thoughts on “selamanya fragmen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s