SURPRISED BY SURPRISE

Hwaaahhh…. Entah dari mana saya harus memulai pembicaraan ini. Dari “kesuksesankah”; dari jadwalkah, dari dampakkah, ato lainnyakah? Saya merasa senjata makan tuan nieh. Dengan pengertian: tujuan saya melakukann latihan dan pemprograman latihan dan pementasan Teater  Athalia diam-diam adalah agar semua orang surprised pada akhirnya. Tapi antusiasme mereka, baik dari siswa maupun guru-guru dan staff, justru membuat saya yang surprised!

Jadi begini (bener-bener sulit memulai kisah ini. Saya masih “surprised”). Kemaren, Jumat, 4 Maret 2011, diadakan pementasan sederhana Teater Athalia yang saya beri judul KEPERCAYAAN (dengan huruf kapital). Jumlah pemain 10 orang. Appricia, Jovita, Milka, Amanda, Sharon, Elita, Jessica, Jason, Bryan, dan Abianto. Pementasan ini saya sebut drama semi musikal karena ada adegan bernyanyi secara live. Dan itu menjadi puncak gereget kisah ini. Dan memang, penonton bersorak ketika adegan Jovita dan Abianto bernyanyi lagu Viera dan Afgan. Saya akan postingkan juga naskah dramanya agar saya tidak perlu mengulas kisahnya di sini.

Di sini saya akan membahas bagaimana mereka semua hebat. Dan tidak hanya yang tampil di depan—yang kelihatan oleh penonton, tetapi mereka yang melibatkan diri dalam pengerjaan pementasan sederhana ini. Memasang kertas di jendela kaca untuk meminimalisasi cahaya dari luar. Mereka yang mengangkat sepeda dari parkiran sepeda ke lantai empat! Mereka yang mengangkat level dan menyusunnya sedemikian rupa. Mereka yang mengangkat meja plus empat bangku dari perpustakaan dari lantai satu ke lantai empat. Mereka yang meluangkan waktunya melebihi jadwal latihan dengan menunda jam les dan jemputan pulang. Mereka yang menyisiri sisi-sisi panggung hingga tak ada satu benda tak perlu di atas panggung dan yang mengganggu visual panggung. Mereka yang menempelkan batas hitam (lakban) di sisi penonton agar audiens tidak melewati batas panggung sehingga aktor dapat leluasa berakting. Semua, pada akhirnya, merekalah yang mengerjakannya. Kalau bisa, saya mau memeluk mereka satu persatu sambil bilang terima kasih. Namun, dengan mereka membaca ini pun, bagi  saya berarti kami sedang berpelukan sambil tersenyum bahagia. Well done!

Pintu aula dibuka 10 menit sebelumnya. Penonton sudah mulai menempati area di belakang batas hitam. Mereka harus merapatkan diri karena hampir sepertiga aula digunakan sebagai panggung. Di bagian belakang, guru-guru duduk, juga ada yang berdiri bersiap-siap untuk menonton. Saya, sibuk di depan memerhatikan gurat wajah orang-orang yang masuk—membaca mimik mereka—kesan pertama mereka—ketika melihat panggung yang sederhana, namun tak perlu dipungkiri—juga berbeda! Saya senang ketika melihat mimik mereka menunjukkan kesan: its different. Apa yang akan terjadi? Wahh. Dengan demikian, kami berhasil.

Pertunjukkan diawali dengan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Disa sambil memainkan pianonya. Lagu yang dibawakan adalah At Your Side milik The Corrs. Lagu itu cocok sebagai penarik penonton untuk benar-benar ada di dalam aula dan menyimak pementasan yang sebentar lagi akan dimulai.

Lalu, pementasan dimulai.

Saya di belakang, dengan tubuh yang mulai dingin, jantung berdegup kencang oleh rasa khawatir apa nanti anak-anak lupa naskah, lupa bloking, lupa ini, lupa itu, dsb. Hh. Selalu begitu. Terkadang saya memerhatikan lagi gerak-gerik penonton (siswa dan guru)—ingin tahu respons mereka. Dan bersyukur, mereka sangat antusias! Bahkan penonton sangat bisa bekerja sama. Usai mereka tertawa, usai mereka tergelak, mereka menghentikan itu pada waktu yang tepat—ketika aktor melanjutkan dialog. Saya membaca hal itu sebagai kemauan untuk mengikuti pementasan bahkan tak mau melewatkan satu adegan kecil pun.

Usai pementasan, guru-guru memberi selamat. Murid-murid menjadi tertarik untuk ikut teater. Dalam batin saya berkata, “Proses rekruitmen tetap berjalan. Heheh….”

Sorenya, kami latihan teater lagi karena memang setiap Jumat kami berlatih. Di dalam latihan, kami sempat mengevaluasi pementasan. Lalu membahas pementasan berikutnya. Mei. Dua bulan lagi. 8 kali latihan. Dan inspirasi belum datang!

Sekitar pukul 15.30 WIB, saya dan Jason berangkat ke HeartLine Radio. Kami bertualang mencari gedung radio itu. Kami harus tiba pukul 16.30 WIB. Siaran pukul 17.00 WIB. Bersyukur, kami memenuhi deadtime itu. Asyik juga. Nyasar-nyasar dikit gitu. Tapi kami menikmati perjalanan. Cuma pas pulang, pegel. Macet. Sampe pagi ini, pundak saya masih terasa pegel.

Sebelum siaran, saya SMS beberapa orang untuk mendengarkan saya dan Jason siaran. Dan ternyata, Pak Presno (Kepsek) juga mendengarkan. Syukurlah. Karena saya menawarkan beberapa ide di dalam siaran. Tak lama, Pak Presno meng-SMS saya. Bahkan kemudian menelepon. Beliau bilang bahwa dia support saya. Dan secara perlahan, kita (sekolah) bisa ke tingkat yang lebih luas: mengikuti lomba, kerja sama dengan sekolah lain, mentas di luar, dsb. Berat rasanya. Tapi saya mau menjalaninya pelan-pelan sambil terus menikmati keasyikan ini.

Untuk anak-anak Teater Athalia, saya mau bilang: Well done, guys! Each of you are awesome.

“Thank You, Lord. This is all for You, ‘coz You are so love to me.”

poster akhir

4 thoughts on “SURPRISED BY SURPRISE

  1. Berkat ibu, teater menjadi warna tersendiri bagi Athalia. Terima kasih Bu, karena pementasan kemaren menjadi berkat bagi semua orang, baik yang menonton dan juga kami anak-anak teater🙂
    Jesus always Bless You..😀

    • sama-sama, Disa…
      ibu bersyukur. bersyukur, bersyukur ….
      ditambah, sekolah sangat mendukung.🙂
      be ready for the next round😀

    • cieeeeeeee bianca….
      btw, ibu udah tonton hasil rekaman kamu untuk pementasan kemaren. hadddoooh kamu pake ketawa segala. suara kamu ikut kerekam hahahaaa…😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s