NYARIS MATI :|

Kejadian itu hampir aja merenggut nyawa gw. Tapi Tuhan masih mengizinkan gw hidup.

Hari itu, Jumat, 21 Januari 2011 ada pementasan teater di Jakarta International School, Pondok Indah berjudul I Am My Brother’s Keeper. Berita tentang pementasan itu baru gw dapet siang di hari yang sama dari Kepala HRD sekolah tempat gw bekerja. “Ada dua tiket gratis,” begitu katanya. “Diharapkan kamu bisa dateng. Berhubung bukan sebagai perwakilan sekolah, transportasi ditanggung sendiri dan berangkat sendiri.”

Jadilah gw pusing! Karena gw kepingin banget dateng—ditambah dengan informasi bahwa pementasan itu digelar oleh orang Filipina—dan nggak tahu jalan, blingsatanlah gw. Gw tanya sana-sini: siapa yang mau ikut, sapa yang bisa ikut, sapa yang tahu jalan, sapa yang ini dan itu. Ujung-ujungnya, gw berangkat juga. Sebelum berangkat, gw harus ambil tiketnya di rumah Kepala HRD.

Sejujurnya, karena nggak tahu jalan, gw agak kurang bersemangat. Takut nyasar, takut terjadi apa-apa. Dan nggak ada temen pula. Ada yang menawarkan diri untuk ikut, tapi karena satu dan lain hal, nggak boleh. Hehehe… sori, yaaa… sebenernya gw juga pengen lu pada ikut.

Acaranya jam 19.30 WIB. Yaa, namanya teater nggak akan cukup sejam. Dan bener aja, pementasan tersebut berdurasi sekitar 1,5 jam. Waktu itu, gw bikin prediksi sendiri bahwa gw akan pulang jam 10 malem dari lokasi. Apa gw berani pulang jam segitu?

Gw agak berharap akan menemukan sebuah alasan yang masuk akal untuk gw sampein ke Kepala HRD bahwa gw nggak jadi dateng—walaupun mungkin dengan perasaan sedikit menyesal karena gw pengen banget dateeeeeng! Pada waktu itu sih memang agak mendung. Tapi ternyata, kian cerah. What else can I do?

Selesai smart club teater sekitar jam 5 sore. Gw tanya lagi tuh sama orang-orang di mana rumah Kepala HRD karena tiket ada di beliau. Usut sana-sini, ujung-ujungnya, “Udahlah, berani-beraniin aja. Toh udah punya SIM ini,” kata salah seorang kawan. “Tinggal tanya-tanya aja ntar,” kata yang lain. Jadilah begitu. Dan ternyata nggak susah nyari rumah beliau. Hihihiii….

Dari rumah Kepala HRD, sekitar jam 17.45 WIB. Langsung aja gw menuju lokasi. selama perjalanan berangkat, semua tergolong oke. Lancar. Nggak pake nyasar.

Btw, secara teknis, pementasannya lumayan. Namun pesan yang disampaikan bagus banget. Tentang berbagi dengan sesama. Dan tidak hanya berbagi, tetapi bertanggung jawab juga atas apa yang ia bagikan. Misalnya, mereka memberikan beasiswa kepada masyarakat Dumpit usia sekolah. Dan mereka intens memberikan beasiswa tersebut. Mereka juga membangun pemukiman sederhana untuk masyarakat tersebut. Setiap sekali sebulan, mereka mengadakan kunjungan ke kampung itu dan menunjukkan progres yang baik. Tidak hanya di Dumpit, tetapi juga di belahan negara yang lain. Well, they’re serious ‘bout their mission and… that’s awesome!

Pementasan itu lebih banyak dance, tampilan slide dan video wawancara. Jadi, ya sebenernya nggak teatrikal sih. Lebih pada penampilan “saja”. But, it’s still great! Padahal mereka masih SMA lho. Ide mereka tergolong unik sekaligus sederhana. Keep going!

Keluar dari gedung pementasan, gw mulai mengingat-ingat lewat jalan mana agar sampe ke BSD. Gw mulai bingung di jalan satu arah. Yang tadinya gw mesti belok kanan, ternyata nggak bisa karena itu one way. Jadi, gw harus jalan terus. Gw mulai bingung. Mana nggak ada orang yang bisa ditanyain. Udah hampir jam 10 malem dan di sepanjang jalan nggak ada warung ato orang yang bisa ditanyain. Nekatlah gw berhenti ke sebelah kiri dan nunggu seseorang—siapa pun itu. Ada! Lalu dia kasih tahu petunjuk jalan. Gw ikutin, dan bener.

Tapi, gw merasa gw salah jalan pada belokan terakhir menuju BSD. “Kebetulan” saat itu gw nggak ngikutin feeling. Karena mang bentuk jalannya beda dari gw berangkat sebelumnya. Gw jalan terus dan TERNYATA gw berada di jalan yang bener-bener berbeda.

Jalan itu banyak lubang. Secara gw nggak bisa bawa motor di bawah 50km/jam; gw bawa motor dengan kecepatan 60-70km/jam. Kalau di jalan yang gw kenal, biasanya 80km/jam. Jalan itu diapit oleh rimbunnya pohon yang tinggi-tinggi. Nggak ada lampu jalan and warung-warung pinggir jalan udah pada tutup. Dan banyak dari warung itu nggak pake lampu luar. Sepi banget!

Di tengah jalan yang sepi dan gelap banget, di depan gw ada lubang yang gede dan dalem. Berhubung gelap dan gw bawa cukup cepet, gw rem mendadak, lalu gw lepas supaya nggak terpelanting. Tapi akhirnya, gw masuk ke dalam lubang. BUB! Rasanya otak gw copot dari tengkorak. Rasanya perut gw turun. Rasanya pinggang gw remuk. Kedua tangan gw harus pegang stang dengan kuat.

Keluar dari lubang, stang motor goyang. Gw pikir bocor ban. Tapi enggak. Ketika dibawa, kok stangnya agak kendor, kya mau lepas. Gw nggak mau berhenti di jalan gelap itu. Gw terus bawa motor dengan pelan sampe akhirnya ketemu satu-satunya rumah yang terang. Untungnya ada orang di sana. Tapi ketika lihat bahwa seseorang itu masih pemuda, gw agak gimana gitu. Nggak lama, dateng temennya dari dalam rumah. Masih bujang juga. Gw nggak turun dari motor, cuma celingak-celinguk ke arah depan motor dan belakang sapa tahu ada sesuatu yang rusak atau semacamnya. Sempet sih tercium bau hangus. Tapi cuma sebentar. Entahlah bau dari mana. Gw bersyukur banget bukan bocor ban. Klo bocor ban, gw nggak tahu deh jadinya apa.

Kata mereka, motor gw baik-baik aja. Gw bisa lanjutkan perjalanan. Tapi dari arah batang leher motor kedengeran bunyi ngik ngik ngik.

Sampe di kosan, gw cuma bisa diem. Nggak bisa ngomong apa-apa. Nggak tahu harus ngomong apa. Nggak tahu harus ngapain. Gw cuma bisa duduk di kasur dan diam selama hampir sejam. Kosong. Melongo.

Sambil duduk, gw inget, sebelum kejadian itu (kejadian lubang gede tadi), gw hampir nabrak pembatas jalan. Sampe-sampe orang warung di deket situ teriak! Ampun deh! Padahal di depan gw ada truk, di kanan gw ada mobil pribadi melaju kenceng, and di kiri gw ada sepeda motor berseliweran. Kalau, kalau akhirnya gw telat ngerem, lalu naik ke pembatas jalan, di depan gw bahaya udah menunggu: tiang listrik and truk gede. Bisa mati. Bisa mati!

Beberapa lama, gw diem di motor sambil memastikan gw ada di mana saat itu: di tengah jalan, di antara kendaraan lain. Masih hidup. Dan tolol! Hahaha!

Gw sendiri nggak habis pikir, kok bisa sih? Kenapa sih gw?

Di kejadian yang pertama (kejadian lubang gede), untung juga nggak ada kendaraan lain apalagi truk di deket gw. Kalau ada, gw nggak tahu jadinya gimana.

Setelah hampir sejam duduk diem di kasur, gw mandi air anget dalam diem. Usai mandi, gw duduk lagi. Diem lagi. Entahlah mikirin apa. Yang gw tahu sekarang gw udah di kosan, udah di ranjang, udah sipa untuk tidur. Masih hidup.

Paginya, gw masih bengong aja. Harus tetep ke sekolah karena ada pelantikan BB.

Malemnya, gw sempet mikir gini: kalau gw mati, siapa aja yang gw pengen ada di deket tubuh gw yang sekarat? “Siapa, ya? Trus, gimana, ya ekspresi mereka ketika ngeliat tubuh gw udah sekarat? Tapi yang pasti, kalau gw masih sadar—ataupun enggak, gw mau kasih senyuman ke mereka. My body is dying, but my heart  still alive! Lalu, kalau ada mereka, apa yang ingin gw sampein? Gw mau bilang gw sayang sama mereka, ‘aku mengasihimu’, trus gw mau minta maaf sama bokap karena gw udah jadi anak bandel and berkeliaran heheheee…. Gw mo bilang makasih sama nyokap. Gw mau ketemu sama someone itu, and bilang thanks. Ketemu sodara-sodara gw. Dan ketemu seseorang yang lain.”

Tapi, gw nggak mau menunggu diri gw sekarat dulu baru ngomong sama mereka. Mumpung masih sehat gini, masih kuat, masih mampu, gw mau ngomong. Dan thanks God, gw udah ngomong sama salah satu orang yang gw harapkan ada saat gw sedang sekarat. “Kamu harus **** *****! Oke?! Semangat, ******! Semangat (sambil mengepalkan tangan di depan dada dan mengayunkannya).”

Baru itu yang terkatakan. Sebenernya gw juga mau ngomong ini, “Semoga ini nggak menjadi beban, tetapi motivasi yang baik. I pray for you! And as you know, I really want to talk with you about many things. And thank you so much for being a friend to me. Thank you for trust in me. Gw seneng denger cerita-cerita lu (both of you). J” [Tangsel, 24Jan2011]

11 thoughts on “NYARIS MATI :|

    • 😛
      thx 4 coming ….😀
      lain kali mampir lagi yaaa…
      tapi asli, itu peristiwa berkesan …😐
      ntar kamu klo bawa skuter atawa kendaraan lainnya, ati2, yaaa… jangan meleng hihihiii…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s