To Kill A Mockingbird by Harper Lee

Pertanyaan pertama yang muncul dan berkembang pada novel Harper Lee To Kill A Mockingbird adalah apa itu mockingbird. Ada yang menerjemahkannya secara harfiah, mock+ing dan bird. Mock ‘ejekan’ dan bird ‘burung’. Ya, kira-kira ejekan burung atau burung yang mengejek (mock+ing). Atau ‘mengejek burung’?

Mockingbird ada di daerah Maycomb. Maycomb, sekitar dua puluh mil di sebelah timur Finch’s Landing, adalah ibukota Maycomb Country. Maycomb Country merupakan bagian Wilayah Mississippi dan Alabama. Maycomb adalah kota-kecil-tua. Lebih tua dari siapapun yang pernah ada di sana. Hingga 1940-an, dalam novel ini, warga berkulit hitam mendapat perlakuan tidak baik dari sebagian kecil warga berkulit putih. Sebagian kecil warga berkulit putih peduli, sebagian kecil lagi tidak ambil pusing. Atticus Finch adalah salah satu dari sebagian kecil yang peduli. Dia sangat menghargai seseorang sebagai manusia. Tidak peduli warna kulit, usia, kawan atau musuh sekalipun. Tepatnya, yang memusuhinya.

Atticus ingin membela Thomas Robinson (Tom), seorang berkulit hitam yang dituduh memperkosa Mayella Ewell, seorang berkulit putih. Dalam peradilan, Atticus, sang pengacara, berkali-kali mengajukan pertanyaan yang menurut sebagian kecil orang adalah pertanyaan yang tidak menyangkut kasus. Misalnya berapa jumlah saudara Mayella. Atticus memiliki kesabaran yang luar biasa. Pelan-pelan, ia “menjebak” saksi, Robert Ewell, ayah Mayella Ewell. Atticus meminta Robert Ewell menuliskan namanya di atas amplop. Ternyata ia kidal. Kekidalannya sangat mendukung memar Mayella (sebelah kanan). Bila seseorang ditonjok seorang kidal, kemungkinan besar sisi kanan tubuh korban yang jadi sasaran dan lebih banyak memar. Pipi dan mata kanan Mayella-lah yang banyak memar. “Jebakan” Atticus disaksikan oleh hampir semua warga Maycomb yang hadir di gedung peradilan. Atticus juga nyaris membuktikan bahwa Mayella sama sekali tidak diperkosa. Tidak oleh siapapun. Namun Tom tetap dihukum. Siapapun, termasuk pembaca akan tahu bahwa karena Tom berkulit hitam-lah maka ia dipenjara.

Beberapa hari di penjara, Tom melarikan diri. Seorang berkulit hitam selalu tidak bisa tahan berada di antara tahanan berkulit putih apalagi ia tahu betul tidak melakukan dosa apapun. Baru saja melewati pagar penjara, tujuh belas peluru bersarang di tubuhnya. Mr. B.B. Underwood dalam Maycomb Tribune mengumpamakan kematian Tom sebagai pembantaian tanpa arti atas burung penyanyi oleh pemburu dan anak-anak.

Kata Atticus kepada Jem (anak sulung Atticus) suatu hari, “…. Kau boleh menembaki burung bluejay sebanyak yang kau mau, kalau bisa kena, tetapi ingat, membunuh mockingbird—sejenis murai bersuara merdu—itu dosa”. Miss Maudie membenarkan Atticus. Katanya “mockingbird menyanyikan musik untuk dinikmati, hanya itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung, mereka tidak melakukan apapun, kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mockingbird itu dosa.”

Tampaknya Robert Ewell merasa dipermalukan di depan umum oleh Atticus. Semua orang tahu bahwa ia kidal, semua orang akan berpikiran bahwa Tom tidak bersalah, melainkan dia yang bersalah dan mengarang cerita Tom memperkosa anaknya. Robert mengancam akan membunuh Atticus. Robert meludahi wajah Atticus. Tidak berhasil (tidak berani) membunuh Atticus, Robert mengincar anak-anak Atticus, Jem dan Scout. Jem nyaris kehilangan nyawanya malam itu. Si manusia kegelapan, Arthur Radley, datang dan menjadi pahlawan. Arthur “Boo” Radley dikenal misterius oleh Jem, Scout, dan Dill (selanjutnya oleh pembaca). Siku Jem patah. Menurut Mr. Heck Tate, sherif Maycomb, Robert Ewell jatuh dan menghujam pisau (dapur)-nya sendiri tepat di antara tulang rusuknya. Mati.

Sebenarnya buku ini hanya membahas mengapa siku Jem bisa patah. Benarlah kata banyak orang mulailah dari hal-hal kecil karena sesungguhnya hal-hal kecil punya cerita panjang yang menarik. Siku Jem yang patah bukan lagi sekadar patah, tapi sejarah. Pertikaian antara warga berkulit putih dengan yang berkulit hitam, peradilan, kebohongan, harga diri, kepahlawanan, penghargaan, prasangka, persahabatan, dan mencoba melihat dari sisi (orang) lain. Atticus adalah salah satu dari sebagian kecil warga Maycomb yang mau dan mampu melihat dari sisi orang lain. Ia bisa memahami dan mengerti sudut pandang Calpurnia—koki di rumahnya, Arthur Radley, Miss Maudie, Mrs. Atkinson, Mrs. Dubose, Thomas Robinson, sherif  Heck Tate, Mr. Robert Ewell, Mr. B.B. Underwood, Pendeta Sykes, Helen, dan siapapun yang dikenalnya. Dan untuk bisa memahami orang lain, tidak perlu berganti nama menjadi Atticus atau pergi ke Maycomb. “Hanya berdiri di serambi Radley pun cukup”. Pertanyaannya adalah, banyak orang tidak punya rumah. Dan banyak rumah tidak memiliki serambi. Lalu bagaimana? “Menyusuplah ke balik kulitnya dan jalani hidup dengan caranya.” [Mei2006]

7 thoughts on “To Kill A Mockingbird by Harper Lee

  1. gw baca buku ini gk pernah slesai2..huff…
    padahal bukuna bagus nyak?!?..n penulisnya klo gk salah cuman nulis satu buku ini di umurnya yang mayan ujur tapi langsung bukuna jadi best huaaaa dapat penghargaan pulak lagi…hmmm…dan itu benar2 jadi bikin gw berpikir sesuatu cuy..huihihi…

  2. iye tepat benge cuyyy.. konon ini satu2nya buku yang dia tulis… dia, klo ga salah, temen deketnya capote…

  3. Pingback: TO KILL A MOCKING BIRD « a story of us

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s