Berkat

Aku tahu mengapa kita tidak boleh buang makanan. Aku tahu sekarang, kita harus mengunyah makanan kita dengan lahap dan ucapan syukur. Apalagi, itu adalah berkat dari Tuhan. Dan kita sudah mendoakannya: mengucap syukur atas berkat itu—ada banyak orang yang belum bisa menikmati makanan yang bisa kita makan.

Lalu ketika makanan itu bersisa, berarti kita telah menyianyiakan berkat itu. Berarti kita sudah menghamburkan ucapan syukur itu sendiri. Berarti kita telah menjadi makhluk yang sombong. Sekaligus bodoh karena tidak bisa mengukur porsi makan sendiri—bahkan telah menjadi manusia yang tidak memiliki pengetahuan yang baik akan diri sendiri.

3 thoughts on “Berkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s