Bianca Ernest Siregar

Bianca Ernest Siregar. Nama itu saya usulkan untuk ponakan pertama saya. Mengapa “Bianca”, entahlah. Nama itu muncul begitu saja—padahal saya mengharapkan namanya diawali huruf “g” sebagai huruf yang cukup saya senangi. Lalu muncul secara tiba-tiba “Ernest” di benak saya. Kata itu muncul seolah-olah sebuah harapan ia akan menjadi penulis suatu hari nanti. Ernest Hemingway. Tapi tidak musti menjadi penulis besar, cukup menjadi penulis saja, lebih dari itu tentu suatu kebahagiaan tersendiri. Entah penulis buku harian, entah penulis buku renungan di gereja, penulis sejarah keluarga, penulis cerita anak, penulis resensi, dsb. Di dalam “Bianca” lahir sebuah harapan—barusan saja—ia akan menjadi gadis yang cantik dan ringan dan menawan. Mungkin juga karena saya menyenangi film Casablanca—dengan bunyi yang berdekatan dengan “Bianca”, maka lahirlah Bianca sebagai nama depannya. Bianca Ernest Siregar. Siregar adalah marga (baca boru) yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Nama belakangnya harus “Siregar”. Itu akan menjadi identitasnya yang paling orisinal selain Bianca (kepunyaan Casablanca) dan Ernest (kepunyaan Ernest Hemingway). Jadi, jika suatu saat ia menjadi gadis manis sekaligus penulis besar, ia sadar bahwa ia berasal dari kampung halaman orang Batak, tepatnya Siborong-borong.

Selamat datang, Bianca Ernest Siregar. Selamat bergabung dengan Tantemu di dunia yang baru bagimu dan juga masih asing bagiku. [18/03/2010]

 P.S. Semoga usulan nama dariku, itu diterima😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s