Its All Up To Him…

Ternyata ada banyak yang gw inginkan dari seorang laki-laki yang nanti (kalupun ada dan jadi) mendampingi gw. “Seiman” bukan hal yang menduduki posisi teratas.

Yang utama dari segalanya adalah kedewasaan dirinya secara pribadi. Belakangan ini gw mendapati (mantan dan) beberapa rekan (pria) yang notabene anak gereja, tetapi mereka “tak ada” bedanya dengan laki-laki lain yang tidak bergereja. Dan di beberapa hal, mereka terkadang lebih parah. Itu sangat mengecewakan. Walaupun tidak membuat gw lantas “mencemeeh” Tuhan. Gw hanya butuh laki-laki yang baik, yang hatinya ada bagi Tuhan—Tuhan yang kumaksud adalah Ketiganya Yang Tunggal.

Untuk apa ke gereja jika hanya untuk mengusir kesepian, untuk mencari jodoh, untuk menghabiskan waktu, untuk menghapus kesedihan, atau sekadar membuat prestasi tertentu—popularitas, misalnya. Nonsense!

Kedua, dia harus punya uang. Dalam artian, mapan secara finansial. Maksud gw, tidak mesti punya gaji yang 10juta atau apalah. Mapan di sini adalah pinter ngatur keuangannya sendiri. Sedikit atau banyak, kalau ga diatur sedemikian rupa, ya hasilnya sama aja: amburadul juga! Karena kalau tidak begitu (dan ditambah oleh ketidakdewasaannya), maka hancurlah hubungan kami. No hopes, pains only….

Mengapa? Terus terang aja gw ga mau pikiran gw terfokus pada keuangan yang tidak menentu. Gw ingin memiliki rumah (dan rumah tangga) yang cukup untuk 5 orang. Dan rumah itu adalah hak milik, bukan kontrak hingga tutup usia. Ada teras yang cukup dan setiap kamar tidak sempit. Dan lagi, ada ruang keluarga dan perpustakaan (ruang kerja buat gw! hahahaa… i always need privacy room, babe!) dengan sebuah mobil keluarga terparkir di teras rumah–pada saat itu terjadi gw yakin mobil bukan lagi sesuatu yang mewah. Dapur gw tidak perlu terlalu luas, yang penting cukup untuk dua orang sebagai tukang masak. Ya, itu keinginan gw… gw mau hidup sejahtera secara ekonomi, spiritual, mental, dan pikiran. Gw mau hidup tenang.

Lalu orang itu (laki-laki itu) haruslah orang yang sungguh-sungguh tertarik dengan membaca dan menulis. Yaahh, minimal bacalah. Lalu, secara fisik. Dia harus lebih tinggi dari gw dan enak dilihat….😀

Sejauh ini, jika hal itu tidak terpenuhi, maka gw memilih untuk sendiri saja. Gw percaya, jodoh itu datang tepat pada waktunya. gw ga mau memaksakan diri. Dan Dia sudah persiapkan itu. Hm, mungkin ketiga “syarat pria” yang sudah gw tetapkan itu tidak ada dalam diri laki-laki yang sudah dipersiapkan tadi. Tapi selama itu berasal dari Dia, gw yakin itulah yang terbaik!!!

2 thoughts on “Its All Up To Him…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s