Diskusi: Yesus, Kristus, dan Yusuf

sebelum teks yang gw copy-paste di bawah ini, gw nanya soal bedanya “Yesus” dengan “Kristus” ke seorang temen kantor, Willem, lulusan STT Jakarta yang sekarang satu kantor sama gw di BPK Gunung Mulia. Check this out!πŸ™‚

Willem (11:27 AM):

kalo orang berbicara tentang “Yesus” saja, berarti tentang sosok kemanusiaan Yesus, dan kehidupan-Nya sebelum paskah atau kebangkitan. lebih pada seorang manusia yang secara historis pernah ada dan berkarya dalam hidup manusia.Β  sedangkan kalau “Kristus” saja itu berarti sosok Yesus yang alami dan direfleksikan setelah paskah atau kebangkitan. jadi “Kristus” itu baru ada, katakanlah demikian, setelah paskah atau kebangkitan. sebelum kebangkitan, “Kristus” masih dilihat oleh para pengikut-Nya sebagai manusia “Yesus”.

Willem (11:29 AM):

kalo keduanya digabung: Yesus Kristus, berarti orang mau berbicara baik tentang manusia Yesus maupun ketuhanan Yesus

Ira Tampubolon (11:29 AM):

o gitu ya….

Ira Tampubolon (11:30 AM):

thx

Willem (11:31 AM):

tambahan: Kristus itu sendiri berasal dari kata Yunani “Christos” yang berarti Tuhan. dan gelar ini disandangkan oleh para murid kepada Yesus setelah mereka mengalami dan memaknai kebangkitan Yesus

Willem (11:31 AM):

sama2.

Willem (11:31 AM):

semoga lebih membingungkan

Willem (11:31 AM):

eh, salah, memperjelas

Ira Tampubolon (11:32 AM):

hehe…

Ira Tampubolon (11:32 AM):

berarti Kristus itu “sekaligus” Tuhan…

Willem (11:33 AM):

ya, kalau memakai kata “Kristus” dengan sendirinya yang mau dimaksudkan adalah “Yesus” sebagai Tuhan alias “Kristus”

Ira Tampubolon (11:34 AM):

mmm, gmn dengan kemanusiaan Yesus? apa dia juga bersikap dan hidup sebagaimana manusia lainnya hidup? misalnya, (ini topik yang cenderung heboh dan menarik) adalah tentang Dia tertarik dengan perempuan…?

Willem (11:38 AM):

Dia hidup layaknya manusia yang lain: lapar, capek, perlu makn, istirahat, lemah, perlu penguatan, dst. dan masalah perempuan, tentu Dia tertarik: kepada maria sang pelacur, para perempuan pengikutnya, dan beberapa yang lain. TAPI, sudah tentu ketertarikan yang dimaksud bukan ketertarikan fisik, melainkan ketertarikan lebih sebagai ungkapan kasih (agape, bedakan dengan kategori kasih yang lain: eros, mis.) yang mau melayani manusia melampau kategori2 yang dikenakan manusia kepada sesamanya, khususnya zaman itu

Ira Tampubolon (11:41 AM):

menurut lu (tanpa bermaksud mencari2 kekurangan Yesus sebagai manusia) apakah Yesus pernah jatuh?

Willem (11:41 AM):

jatuh CINTA

Willem (11:41 AM):

maksudnya

Ira Tampubolon (11:42 AM):

jatuh ke dalam dosa . tapi klo jatuh cinta masuk kategori dosa, maka pertanyaan gw bisa ke situ (jatuh ke dalam dosa –> jatuh cinta)

Willem (11:46 AM):

jatuh ke dalam dosa? tidak pernah saya pikir. sebab di dalam Alkitab pun tidak ada satu ayat pun yang secara eksplisit (atau bahkan implisit?) mengatakan tengang Yesus yang jatuh ke dalam dosa. selain itu, kalau Yesus pernah JATUH ke dalam dosa, PENEBUSANNYA TIDAKLAH SEMPURNA. bagaimana orang yang berdosa mau menebus orang yang berdosa, tidak mungkin bukan?

Ira Tampubolon (11:46 AM):

iya… gw setuju…

Ira Tampubolon (11:46 AM):

lalu bagaimana dengan “tergoda”?

Ira Tampubolon (11:47 AM):

tergoda untuk berbuat dosa maksud gw…

Willem (11:50 AM):

tergoda untuk berbuat dosa ADA. dalam arti, secara kemanusiaan DIA pernah mencoba meninggalkan tugas penebusan yang diembanNYA. misalx pernah dimintaNya supaya cawan yang dipikul-Nya lalu daripada Dia. jadi dosa dalam arti ini yaitu dia mencoba mengelak dari tanggung jawab Dia yang dipercayakan oleh Allah sang Bapa. tetapi untuk ketergodaan berbuat dosa yang lain, saya pikir tidak pernah. jadi godaan berbuat dosa dalam arti ia mencoba lari dari tanggung jawab dari sang Bapa karena terlalu berat (ini secara manusiawiNya loh)

Willem (11:51 AM):

makan dulu saya

Ira Tampubolon (11:51 AM):

sipp…

Ira Tampubolon (11:51 AM):

thx, Will

Willem (11:51 AM):

sam2

Di sini obrolan terputus karena jam makan siang.


Ira Tampubolon (1:24 PM):

gimana dengan tergoda untuk menge-swuit swuit cewek? gw pernah denger pembicara/pengkhotbah di suatu pertemuan yang mengatakan bahwa laki-laki klo udah ngumpul (Yesus dan murid2Nya) trus ada cewek cakep lewat, ya minimal ngegodain dikit ato ngomongin bawha “itu cewek yang lewat barusan, cakep ya?” dll…

Willem (1:28 PM):

ahahahahaha…. itu pengalaman masa muda pengkhotbahnya tuh. Dia pengkhotbah yang memberitakan firman Tuhan apa firman dia sendiri? patut dipertanyakan. sebab untuk Yesus sendiri tidak pernah demikian. di dalam Alkitab tidak pernah dikatakan demikian. hal2 sempalan seperti itu hanyalah buah dari penafsiran yang tidak bertanggung jawab, hanya mencari sensasi semata. so, bagi saya tidak usah dipikirinπŸ™‚

Ira Tampubolon (1:28 PM):

o gitu….

Willem (1:28 PM):

yup

Ira Tampubolon (1:46 PM):

Yesus bisa nulis ga?

Ira Tampubolon (1:46 PM):

tulisan tangan maksud gw…

Willem (1:49 PM):

bisa, sangat bisa. karena dalam dunia Yahudi pendidikan itu penting. dan di dalam Alkitab dikatakan Yesus pernah membaca Hukum Taurat di Bait Allah pada usia 12 tahun (ini artinya Dia harus bisa menulis dulu, bukan?). lalu Dia pernah menulis di tanah ketika berkonfrontasi dengan para ahli Taurat mengenai perempuan yang berzinah.

Ira Tampubolon (1:50 PM):

“lalu Dia pernah menulis di tanah ketika berkonfrontasi dengan para ahli Taurat mengenai perempuan yang berzinah.”

pas di mana, ya?

Ira Tampubolon (1:50 PM):

hihiii, gw kurang tau soalnya…

Willem (1:52 PM):

tepatnya di Yoh. 8:8, “Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.”

Ira Tampubolon (2:12 PM):

tapi lanjutannya “setelah mereka MENDENGAR….” apa itu lebih apda bahwa “si mereka” ga membaca tulisan tangan Yesus di tanah?

Ira Tampubolon (2:12 PM):

trus yang ditulis Yesus apa, ya? apakah kata-katanya sendiri atau yang lain??

Willem (2:19 PM):

masalah mereka membaca atau tidak, itu hal lain. tetapi Yesus memiliki kemampuan untuk menulis dan itu disetujui oleh semua ahli alkitab, bahkan seorang teolog yang sangat liberal dan kritis sekalipun, juga kelompok Yesus seminar. karena hal ini didukung juga oleh sejumlah temuan arkeologis dan sosiologis tentang zaman Yesus. perihal apa yang ditulis Yesus, hingga saat ini seorang pun tidak tahu secara pasti. kalaupun ada, itu hanyalah penafsiran atau spekulasi semata. tambahan, ayat delapan merupakan kelanjutan dari ayat 6.

Ira Tampubolon (2:32 PM):

klo nyanyi?

Willem (2:39 PM):

Yesus pernah bernyanyi. dengan para murid, yaitu dalam Matius 26:30

Ira Tampubolon (3:12 PM):

oiya, bahasa tutur asli yang dipakai Yesus, apa ya? lupa gw.. itu lho yang ada di film the passion of the christ..

Willem (3:13 PM):

bahasa Aram/Aramik

Ira Tampubolon (3:21 PM):

menurut lu, hubungan dia sama bokapnya Yusuf, gimana ya? kan jarang diomongin gitu. apa “cuma” sebagai bapak belaka?

Ira Tampubolon (3:21 PM):

maksud gw, peran dia sebagai bapak dalam pertumbuhan kejiwaan Yesus sebagai manusia…

Willem (3:33 PM):

nah, ini yang agak tidak terekspose oleh Alkitab. Namun kita harus ingat bahwa memang Alkitab ditulis tidak dengan maksud yang demikian. tapi Yusuf sebagai bapak jasmani pasti punya peran, khususnya ketika Yesus masih kecil, dan remaja. kalau Yusuf tidak banyak diberitakan, tetapi Maria sebagai ibu justru lebih banyak.

Ira Tampubolon (3:38 PM):

kenapa tuh?

Willem (3:38 PM):

maksudx?

Ira Tampubolon (3:42 PM):

kenapa maria sering diomongin sedangkan yusuf engga? iabratnya gini nih: klo orang yang banyak melakukan hal atau melakukan sesuatu yang berdampak/berpengaruh pada banyak orang, tanpa diminta, ia akan diperbincangkan. maria tergolong orang yang melakukan banyak sehingga ia terekspos. apakah itu berarti yusuf ga memiliki kontribusi (menonjol) dalam perjalanan hidup yesus?

Willem (3:46 PM):

kita sah2 saja menafsirkan demikian karena memang data2 tentang peran Yusuf tidak terlalu banyak. tapi yang pasti ada peran yusuf, walaupun tidak semenonjol maria.

Ira Tampubolon (3:47 PM):

ke mana yusuf waktu yesus disalib?

Willem (3:52 PM):

dalam Alkitab tidak dikatakan kemana dia saat itu. tidak jelas dan tidak diberitakan memang. entahkan Yusuf masih ada saat itu, sudah meninggal, atau dia memang tidak hadir, atau dia hadir tetapi tidak dikatakan dalam Alkitab sebagai orang2 yang menyertai yesus saat Ia disalibkan…tidaklah terlalu pasti

Ira Tampubolon (3:53 PM):

bagaimana menurut lu kalo gw bilang gini: Yusuf sebagai laki-laki tidak ber-perasaan (ga sesentimentil perempuan) untuk menghampiri salib dan menangisi Yesus.

Willem (3:56 PM):

ahahahahaha….kayanya kamu punya masalah pribadi nih dengan laki2…

tapi sebenarnya kita harus hati2 kalau mau berbicara tentang hal ini mengingat pemberitaan tentang Yusuf dan perannya dalam hidup Yesus, terutama ketika Yesus disalib tidaklah ada, jelas, dan sebanyak tentang maria dalam Alkitab

Willem (3:57 PM):

tapi penafsiranmu ok2 aja, selama punya alasan yang jelas dan sudah melakukan penelitian yang lanjut akan hal tersebut

Ira Tampubolon (3:57 PM):

hmmm…

Willem (3:58 PM):

hmmm… gimana… gimana

Ira Tampubolon (3:59 PM):

gw tertarik aja untuk ngeliat sisi, apa ya namanya… mungkin dari sisi seorang perempuan (yang tertarik feminisme) tentang Kristus…

Ira Tampubolon (4:00 PM):

baik ia sebagai manusia (yang ber-tubuh), maupun Ia sebagai Tuhan yang melekat dalam tubuh…

Willem (4:01 PM):

bagus tuh, coba aja lakukan penelusuran mandiri tentang Kristus dari sudut pandang feminisme. dan itu sudah dilakukan oleh banyak teolog perempuan. menarik kalau mau diangkat, sekalipun bukanlah isu yang baru2 bangat.

Ira Tampubolon (4:02 PM):

Iya.. salah satu pembahasnya adalah Ayu Utami. dan dia nebahas dengan bagus. saking bagusnya gw lupa isi tulisannya apaan…tapi tentang tubuh Yesus yang seksi di kayu salib gitu…

Willem (4:05 PM):

oh itu toh. saya pernah sedikit membaca tentang tulisannya mengenai Yesus, tapi mungkin saya tidak terlalu tertarik dan pembahasannya juga adalah pembahasan yang sudah sering saya baca dan kebanyakan sudah kami pelajari, jadi saya melihatnya sebagai hal yang tidak terlalu luar biasa atau heboh begitu. paling mungkin bahasanya yang agak populer dan lebih bahasa sastra saja mungkin

Ira Tampubolon (4:06 PM):

o gitu…

Willem (4:06 PM):

mengingat latar belakangnya sebagai seorang novelis

Willem (4:06 PM):

yah, begitulah

Ira Tampubolon (4:06 PM):

udah baca “Salib dan Teror”?

Ira Tampubolon (4:06 PM):

itu kumpulan tulisan sih…

Willem (4:06 PM):

karangan?

Willem (4:07 PM):

penerbit apa

Ira Tampubolon (4:07 PM):

kumpulan tulisan. ada ayu utami, bambang sugiharto, ada juga dosen2 dari STT Jakarta and Driyakara

Ira Tampubolon (4:07 PM):

duhh, penerbitnya apa ya? lupa gw…

Willem (4:11 PM):

saya pernah melihat bukunya, tapi tidak baca dengan mendalam dan seluruhnya. itu buku kan sudah beberapa tahun lalu ya

Ira Tampubolon (4:11 PM):

iya. gw juga bacanya semester 4 ato 5 gitu…

Ira Tampubolon (4:12 PM):

eh, semester 6 dink…

Willem (4:13 PM):

iya sekitaran gitu

Willem (4:13 PM):

emang menurutmu apanya yang bagus dan menonjol dari buku itu

Ira Tampubolon (4:13 PM):

eh, gw nanya2 gini ga ngeganggu stabilitas kerja lu kan? πŸ™‚ hehe

Willem (4:13 PM):

ahahahahaha

Willem (4:13 PM):

biasa aja

Ira Tampubolon (4:14 PM):

gw sih tertarik sama obrolan seputar salib yang ada yesusnya dan yang ga ada yesusnya…

Ira Tampubolon (4:14 PM):

misalnya kalung salib…

Ira Tampubolon (4:14 PM):

trus pembahasan soal film2 tentang yesus: the last temptation of Christ, Jesus superstar, dll…

Ira Tampubolon (4:14 PM):

sama, ya itu tadi, tentang tubuh seksi yesus di kayu salib…

Ira Tampubolon (4:15 PM):

tapi yang amsih nempel di kepala gw, tentang yang pertama: ada dan tiada yesus di kayu salib (ornamen yang sehari2 kita pakai)

Willem (4:15 PM):

yang ada yesus kan itu dipakai oleh kalangan katolik karena mereka menekankan kematian yesus. kalau tidak ada yesus di salib ya itu untuk protestan karena lebih menekankan kebangkitan, makanya yesusnya tidak ada di salib versi protestan

Willem (4:16 PM):

untuk tubuh yesus yang seksi di kayu salib, nah, itu yang masalah

Ira Tampubolon (4:16 PM):

ya… emang yang ngebahas tentang itu dosen dari Driyakara…

Ira Tampubolon (4:16 PM):

yang beragama Khatolik…

Willem (4:17 PM):

oh. tapi untuk tubuh yang seksi, wah, lain soal dah, saya tidak bisa mengomentarinya

Ira Tampubolon (4:18 PM):

hehe.. sip sipp..

Ira Tampubolon (4:26 PM):

balik balik…

Ira Tampubolon (4:26 PM):

lu ngekos kan ya?

Ira Tampubolon (4:26 PM):

ati2 lu..

Willem (4:28 PM):

iyo iyo yo… lu juga tuh, titi dj

Willem (4:28 PM):

gbu

Ira Tampubolon (4:28 PM):

bantarrr…

Ira Tampubolon (4:28 PM):

ngomong2 “GBU”, lu ada rencana mo jadi pendeta?

Willem (4:30 PM):

saya masih mengikuti proses yang sedang terjadi dalam hidup saya. so, seluruh bingkai yang sedang dikerjakan oleh TANGAN YANG TERSEMBUNYI belum lengkap, jadi saya belum bisa memastikan

Willem (4:30 PM):

lu pasti tambah g ngerti

Willem (4:30 PM):

ehehehehe

Ira Tampubolon (4:30 PM):

ngerti kok ngerti…

Ira Tampubolon (4:31 PM):

πŸ™‚

Willem (4:31 PM):

πŸ™‚

Willem (4:31 PM):

alhamdulilah kalo gitu

Ira Tampubolon (4:31 PM):

haaaahahah

Willem (4:33 PM):

tapi untuk mengambil gelar kependetaannya itu masih dalam prioritas saya

Ira Tampubolon (4:34 PM):

cieeeeeeee

Ira Tampubolon (4:34 PM):

amiiin…

Willem (4:34 PM):

amin ya rahbal alamin

Willem (4:34 PM):

eheheehhe

Ira Tampubolon (4:35 PM):

klo diskusi kita ini gw posting di blog gw, boleh ga?

Willem (4:35 PM):

boleh aja. setelah kamu edit tentunya

Ira Tampubolon (4:36 PM):

justru gw pengen murni…

Ira Tampubolon (4:36 PM):

lagian menurut gw ga ada yang eprlu diedit sih hehe…

Willem (4:36 PM):

oh ya. bagus juga sih. tapi maksudnya dibakukan bahasanya

Ira Tampubolon (4:37 PM):

hehe…

Ira Tampubolon (4:37 PM):

gw posting ni ya… thx lho… ati2 di jalan. jangan lupa besok ke kantor lagi πŸ™‚

Willem (4:38 PM):

ok mba. SIp

2 thoughts on “Diskusi: Yesus, Kristus, dan Yusuf

  1. judulnya terlalu fantastis untuk diskusi yang sebenernya ga sefantastis itu sih… judul itu dipilih karena alur. berawal dari pembicaraan tentang “Yesus” dan “Kristus”, lalu ke Yusuf (perannya sebagai bapak bagi Yesus)….

  2. horas ito IRA kenalkan vernando h e h e h e h bedanya yesus dengan kristus ya jika kita mau baca dulu dari sudut etimologi dan teologisnya . . .

    YESUS kan manusianya
    XRISTUS ya orang yang di URAPI, berarti YESUS yang diurapi itu aja ito . . . hariarajulu@yahoo.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s