Kisah Despereaux: Baca dehh…

gw ga akan jabarin apa isi dan mengapa gw bisa takjub sama ini buku, bahkan segera menobatkan buku ini sebagai salah satu buku fav gw…

bagi gw, buku ini deket banged sama kisah hidup gw. selain itu, buku ini baik dari segi penceritaannya. sangat cocok untuk siapa pun yang pastinya ga akan berhenti bertumbuh kejiwaannya dan pengetahuannya. terutama yang pertama: psike-nya.

isinya mengharukan dan bisa jadi cermin bersih yang sanggup menangkap dan memberi bayangan diri hingga ke pori-pori. tuhh, ga hanya cream kecantikan yang bisa nyerap hingga ke pori-pori. buku ini, buktinya, bisa! sebaiknya bacanya di ruang pribadi atau seenggaknya, di waktu pribadi. maksud gw, klo mo baca di tengah keramaian pun sebenernya bisa aja, tapi cari/tentukan waktu yang pas yang kira-kira ga akan banyak gangguan. kan klo baca komik (setau gw sih), masih bisa diinterupsi2 gitu… kaleee…

pengen baca buku-buku Kate DiCamillo yang lain… sayang, kemaren, Minggu, gw ke Gramedia Matraman, habis.

eh, gw malah ketemu buku Lady Chatterley’s Lover karya D.H. Lawrence. kata pengantarnya ditulis sama GM yang juga telah dimuat di caping majalah Tempo. pengen beli, tapi harganya 99.000. gw habis beli tas 400rb. so, gw lagi kere bulan ini. tapi gpp, bisa nanti habis gajian belinya🙂

satu hal, dari banyak hal yang patut digarisbawahi, dari Kisah Despereaux yang telah gw baca dan niatnya mo gw baca lagi (nanti-nanti) adalah bahwa cerita adalah semacam cahaya. that’s why i need to read book(s) regularly. itu semacam lampu bagi sisi dunia gw yang gelap…hihihii… yup. gw punya dua dunia. dan selalu begitu: terang dan gelap. ketika gw (tikus got) kecemplung ke gorong-gorong, dia rindu akan cahaya, maka gw membaca buku. dengan membaca buku, mata (batin) serasa diterangi. sedangkan kalau gw berada dalam sisi terang (tikus kastil: despereaux tilling), gw sudah membaca banyak buku dan gilirannya gw melihat/menikmati terang itu sambil tersenyum. dan itu perlu proses baca yang terus-menerus. baca udah kya obat seumur hidup karena seumur hidup gw bisa kecemplung (ato malah rindu pada) gelap. lagi pula, seperti si tikus got dalam Kisah Despereaux, dia belum tentu selalu nyaman dalam terang dalam waktu lama.

demikian pula, gw menjadi si Despereaux yang punya banyak mimpi dan ingin memperjuangkannya! harus diri sendiri yang melakukannya, karena orang lain juga punya mimpi yang harus mereka perjuangkan! sikap saling, ya saling mendukung dan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menolong orang lain meraih mimpi2nya…. ya, seperti kata nidji dan agnes monica, semua berawal dari mimpi. maka teruslah bermimpi; bukan bermimpi di siang bolong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s