Anak Membatu

Dia selalu sendiri. Sedari dulu, sejak ia terlahir ke bumi. Tanpa ayah di samping ibu saat ibu melahirkannya. Dan tak lama berselang, ketika ibunya sudah cukup kuat berjalan, ia ditinggalkan di rumah neneknya yang sudah tua dan cuma ingin mati. Ia dan neneknya jarang bicara, dan ia pun tak memiliki kerinduan untuk membuka mulut dan menggerakkan rahang untuk mengucapkan sepatah kata.
Sejak dulu, ia tak punya kawan berbagi mimpi, entah karena ia memang tak punya mimpi. Meski di dalam benaknya hanya ada satu pertanyaan: ke mana ibu-bapakku pergi sejak dulu?, “Diamlah!” yang keluar dari bibir neneknya yang bergetar dan tambah tua, tak mampu mendaratkan tamparan di mulut bocah itu.
“Tak perlu kau risaukan ibu-bapakmu. Pikirkan saja hidupmu!”
Lalu terdiamlah ia hingga lama. Ketika ia rebah di kasur dengan tubuh neneknya menggolek tak bergerak di sisinya, matanya menerawang langit-langit. Tak ada yang dipikirkannya, tapi ia sulit memejamkan mata.
“Tidurlah, Nak.”
“Iya, Nek.”
“Pejamkan saja matamu. Nanti akan tidur sendiri.”

Pagi datang disambut kematian neneknya di ranjang. Tinggallah ia sendiri sekarang. Ia kubur neneknya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia gali tanah tanpa mengeluh dan air mata. Ia masukkan jasad sang nenek tanpa ada perasaan yang membangkitkan kesedihan di hatinya. Lalu ditutupnya lubang kematian itu dengan tanah. Ditaburnya dedaunan kering dan basah di atas kubur. Lalu ia duduk dekat kuburan. Untuk pertama kalinya, ia memikirkan dirinya: “Ke mana aku akan pergi… untuk apa aku hidup?” Hingga matahari terbenam di balik batang pisang, tanpa merasakan perutnya yang lapar dan kerongkongannya yang dahaga, ia masih saja terduduk hingga akhirnya membatu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s