dibawa sungai …

belakangan hidup gw seperti air di sungai besar. air itu mengalir membawa gw entah ke mana, tapi yang pasti, air itu akan berakhir di muara yang besar.

air itu membawa gw menyusuri berbagai tempat dan berbagai keadaan. kadang-kadang tubuh gw membentur batu karang sampe benyok-benyok, kadang-kadang mengenai akar bakau yang menyisakan baret di sana-sini. kadang-kadang arusnya membuat gw terjungkal dan terguling-guling di dalam arus sungai yang dalam dan kotor. kadang-kadang binatang menjijikan nempel di lipatan kaki dan tangan, di antara jemari kaki dan tangan, mengisap darah, melemaskan tulang, dan mengacaukan ingatan.

segalanya begitu membuat gw lelah, capek, dan ingin berteriak: akhiri semua ini! aku sudah tidak sanggup!!

segalanya begitu membingungkan. yang dapat gw lakukan hanya menangis dalam diam. percuma terisak-isak. itu hanya akan memancing si rusa betina, atau si macan tutul untuk menjadikan gw objek belas kasihan.

jatuhlah bertetes-tetes air mata ke sungai. jadilah cekungan sungai air mata di kedua pipi yang kurus dan pucat. pipi perempuan yang baginya hidupnya sudah tak berarti karena segalanya ada, tapi segalanya itu membingungkan. tak ada yang peduli. bahkan mati pun ia, tak ada yang peduli. kematiannya hanya akan memancing hewan buas. kematiannya akan disyukuri karena tubuhnya adalah santapan mulia.

tapi tidak. di ujung sana ada perairan yang luas.

sebuah danau. danau? bukan. itu laut. ya, laut!

tibalah gw di laut biru tak berpenghuni, kecuali di dalam air. awalnya gw terkagum. hanya sebentar. lantas, keluarlah sukma yang sudah tidak merasakan apa-apa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s