ini tentang bang oman

hari ini gw dapet kabar bahwa adeknya bang oman meninggal…

“pantes dari pagi tadi gw ga liat dia ngepel lante kantor ato lewat2 untuk menjalankan tugas, “disuruh” ini-itu…”

trus kita diminta berpartisipasi untuk nyumbang (berupa hepeng).
lantas muncul dalam benak gw: apakah dengan menyumbang (saja), dan bahkan tanpa merasakan keadaan bang oman dan keluarga, sudah cukup? buat gw, itu mang ga cukup, tapi itu menjadi tidak bisa dicukupkan karena kami (baca: gw) udah keburu “mati rasa” untuk menjadi “peduli”… mengapa bisa mati rasa? mungkin karena gw udah ga punya waktu untuk merasakan. mungkin karena pekerjaan dan lingkungan (atmosfer) kantor dan tempat tinggal yang berhasil memaksa gw untuk menjadi manusia otomatis… menjadi manusia logis tok!

dari situ, gw lantas mikir, jangan2 gw sendiri sedang berada dalam kematian… hope not!
well, i’m not…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s